Malang Raya

Asosiasi Industri Kecil Menengah Kota Malang Vakum, Karena Ini

"Selama ini, IKM tanpa asosiasi ya berjalan sendiri-sendiri. Memang ada pelatihan-pelatihan dari Disperindag. Tapi kalau ada asosiasi kan enak,"

SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
S Veriyanto, pemilik CV Dewara menunjukan produk ban produksinya dalam Pameran Industri Pengembang Komponen Kendaraan di Poli Teknik Negeri Malang, Selasa (22/12/2015). Produk ban sepeda motor yang diberi merk Zeus ini dipasarkan ke Pulau Jawa dan Sumatera. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Meski sudah terbentuk sejak dua tahun lalu, asosiasi IKM (Industri Kecil Menengah), namun belum dilantik oleh Walikota Malang. Sehingga praktis asosiasi tidak bergerak karena tidak ada payung hukumnya.

"Kami dibentuk oleh Disperindag Kota Malang. Sampai sekarang belum dilantik. Sehingga kami seperti tidak ada payung hukumnya untuk bergerak," ungkap Heriyanto, staf ahli Direktur Polinema yang juga ketua asosiasi IKM Malang kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (22/12/2015).

Hal itu disampaikan usai mengisi kegiatan pembinaan dan temu usaha pemasaran produk IKM di Aula Pertamina Polinema. Ia berharap tahun 2016, kepengurusan dilantik oleh Walikota. Saat ini, anggota asosiasi masih 13 IKM. Jika sudah dilantik, maka akan melakukan inventarisasi IKM dimana datanya ada di Disperindag.

"Selama ini, IKM tanpa asosiasi ya berjalan sendiri-sendiri. Memang ada pelatihan-pelatihan dari Disperindag. Tapi kalau ada asosiasi kan enak. Kebutuhan IKM apa, kita akan menyiapkan," jelas dia.

Misalkan sentuhan teknologi apa.

"Ayo dikawal akademisi, masyarakat," kata Heriyanto.

Jika sudah berbadan hukum, maka akan enak membuat program IKM. Misalkan nanti IKM dipusatkan di satu titik sehingga bisa diketahui produksinya oleh masyarakat. Hal yang sama juga disampaikan oleh pelaku IKM, Yudi Arif Darmawan, IKM perbengkelan/bengkel bubut di Blimbing menyatakan jika ada pelatihan-pelatihan digelar Disperindag, ia datang.

"Kita sering dibantu, tapi pelatihan gak sesuai need-nya. Misalkan pelatihan gambar. Kalau sudah punya asosiasi kan enak. Bisa saling berkesinambungan kebutuhan apa," ungkap Yudi yang berkecimpung sejak 2002 di IKM.

Dalam asosiasi, ia didapuk jadi bendahara. Atau paling tidak, IKM ditanya kebutuhannya apa sehingga sesuai dengan keinginan mereka.

Dalam kegiatan itu juga dipamerkan produk-produk IKM Malang. Seperti produk ban vulkanisir merek Zeus yang berlokasi di Madyopuro, Malang. S Veriyanto, pemilik usaha ini menjelaskan produknya banyak lari ke Sumatera.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved