blitar

Gergaji Sel Selama 2 Jam, Bernyanyi "Bojo Loro", Tahanan Ini Kabur

"Saya hanya ikut-ikutan saja, bukan yang punya ide. Saya mau diajak kabur karena ingin segera bekerja, supaya bisa menghidupi keluarga saya,"

Gergaji Sel Selama 2 Jam, Bernyanyi
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Sehari setelah tertangkap, Basuki, tahanan yang kabur seminggu dari sel Polres Blitar, Rabu (23/12), diserahkan ke kejaksaan. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Meski baru satu napi yang tertangkap, namun dibalik kaburnya empat napi itu, banyak menyisakan cerita unik. Terutama, dibalik lolosnya dari sel Polres Blitar.

Dari empat napi yang kabur itu, baru Basuki (50), tahanan kasus dugaan pencabulan terhadap anak tirinya, yang tertangkap. Warga Desa Sumber Urip, Kecamatan Doko, Kab Blitar ini ditangkap di Desa Sekar, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Blitar, Selasa (22/12) siang kemarin.

Sehari setelah ia tertangkap kembali, Rabu (23/12) siang, kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar.

"Itu karena berkasnya sudah P-21 (lengkap)," kata AKP Lahuri, Kasat Reskrim Polres Blitar.

Di saat diserahkan ke jaksa, Basuki menceritakan kronologis kaburnya dari sel. Menurutnya, yang punya ide kabur itu bukan dirinya, melainkan salah satu temannya. Namun, ia enggan menyebutkan namanya yang punya ide kabur itu.

"Saya hanya ikut-ikutan saja, bukan yang punya ide. Saya mau diajak kabur karena ingin segera bekerja, supaya bisa menghidupi keluarga saya," tuturnya sambil meneteskan air mata.

Untuk bisa lolos dari dalam sel, itu tak mudah, melainkan melalui perjuangan. Yang pasti, mereka harus bisa memutuskan jeruji atap sel. Caranya, dengan menggergajinya. Ia tak paham bagaimana mendapatkan gergaji itu. Namun, katanya, itu disiapkan salah satu napi yang punya ide kabur tersebut.

"Katanya, dia diberi temannya. Saya tahunya, sudah ada gergaji," tuturnya.

Awal menggergaji jeruji sel itu dilakukan malam hari atau bersamaan ada acara di Polres Blitar. Bersamaan ada acara itu, terdengar suara sound system yang sangat keras. Di saat itu, mereka baru memulai aksinya. Itu dilakukan empat hari sebelum mereka kabur pada Kamis (17/12) dini hari lalu.

"Karena suara sound system-nya cukup keras, sehingga penjaga sel tak kedengaran saat kami mulai menggergaji jeruji. Itu kami lakukan sekitar dua jam, dan baru memutuskan satu jeruji," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved