Malang Raya

Demi Kemajuan, Infrastruktur Malang Raya Harus Terintegrasi

“Tol dari Surabaya ke Malang nanti akan cepat sekali. Begitu keluar dari pintu tol Kota Malang, macetnya bisa ruwet,"

Demi Kemajuan, Infrastruktur Malang Raya Harus Terintegrasi
SURYAMALANG.COM/Adrianus Adhi
Kepadatan arus kendaraan di Kota Malang yang menuju ke Surabaya pada Minggu (19/7/2015) sore. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Integrasi bidang infrastuktur Malang Raya mulai disepakati dalam pertemuan Sinergi Malang Raya di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Senin (29/12/2015). Pihak eksekutif dan legislatif dari Kota Malang dan Kabupaten Malang menyatakan setuju kerja sama berjalan tahun depan.

Langkah pertama yang akan diambi usai pertemuan, yakni penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Malang Raya Sektor Strategis yang ditandatangani kepala daerah dan ketua DPRD tiga wilayah yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

RPJMB itu nantinya akan disampaikan ke Gubernur untuk ditelaah dan dikoreksi. Setelahnya, dokumen gentlemen agreement itu akan diteruskan ke menteri untuk ditindaklanjuti. Jika pemerintah pusat menyetujui dan bersedia menurunkan anggaran, unsur pimpinan Malang Raya tinggal mengejar anggaran yang ada dan disesuaikan dengan kesepakatan masing-masing.

Pj Bupati Malang Hadi Prasetyo mengatakan, pertemuan kemarin adalah tindak lanjut dari pertemuan serupa yang sudah beberapa kali digelar namun tak menghasilkan kesepakatan riil. Terkait konsep integrasi Malang Raya, ia memaparkan 13 poin kerja sama yang bisa dibangun.

Beberapa di antaranya yakni rencana pengembangan Jalan Tol Pandaan-Malang-Kepanjen, perencana pengembangan jalan alternatif menuju Kota Batu yang melewati Jalan Kabupaten Malang, pembangunan pada akses tinggi yang melibatkan tiga wilayah, perkembangan pariwisata, pengelolaan sampah, serta masalah kesehatan dan pendidikan.

"Secara prinsip, oke. Hari ini memang harus sepakat. Harus ada respons dari dewan. Kita mau konsolidasi dulu. Kalau yang lain baru wacana yang simang siur" kata Hadi, saat ditanya konsep bentuk kerja sama yang disepakati dalam pertemuan itu.

Setelah kesepakatan dicapai, ketiga daerah akan menugaskan tim kecil yang berasal dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Malang Raya untuk menyusun rencana yang bisa dituntaskan dalam kurun waktu maksimal lima tahun. Menurut Hadi, rencana membangunan harus realistis agar eksekusinya bisa berjalan.

"Nanti kalau saya pulang (kembali menjadi asisten II Sekdaprov Jatim), saya akan panggil dan mendorong dewan," ujarnya.

Terkait rencana pemindahan status beberapa jalan di Malang Raya agar dari jalan daerah menjadi jalan provinsi dan pusat, menurut Hadi, bukan termasuk hal penting.

"Mau jadi jalan kabupaten atau nasional, itu hanya urusan teknik," tambah dia.

Halaman
12
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved