Pamekasan
Dua Bongkahan Batu Sebesar Dua Buah Kelapa Menghantam Kepala Vokalis Musik Hadrah
Ayah dua anak yang sehari-hari jual beli sepeda motor dan vokalis musik hadrah, tewas seketika, darah segar mengucur deras dari luka kepala kanannya.
SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN – Nasib apes menimpa Mohammad Horfi Amiruddin (38), warga Dusun Tenggina, Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Madura.
Ia tewas tertimpa bongkahan batu gunung saat menambang di depan rumahnya, Rabu (30/12/2015), sekitar pukul 08.30 WIB.
Ayah dua anak yang sehari-hari jual beli sepeda motor dan vokalis musik hadrah, tewas seketika, darah segar mengucur deras dari luka kepala kanannya.
Bupati Pamekasan, Achmad Syafii bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akmalul Firdaus, dan Kepala Bidang Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Subaidi datang ke lokasi dan memberikan bantuan kepada keluarga korban.
Menurut sumber di lokasi kejadian, sebenarnya korban bukan penambang batu, namun berdagang juga beli sepeda motor baru maupun bekas.
Sehari sebelum kejadian, ia membantu saudaranya menambang batu di kedalaman 3 meter, bersama beberapa familinya. Namun batu yang digali itu dibiarkan tidak diangkat.
Esok harinya, korban ke lokasi penambangan batu untuk mengambil batu yang digali diangkat ke atas.
Tapi malang, bongkahan batu besarnya dua kali dari buah kelapa yang menempel di dinding galian yang berbentuk gua itu jatuh dan menimpa kepala korban.
Berita kematian Horfi mengagetkan sejumlah teman dan kerabatnya. Dalam waktu sekejap, ratusan warga berduyun-duyun datang ke lokasi kejadian sekaligus melayat.
Kapolsek Pakong, Iptu Tirto, ketika dimintai konfirmasinya mengatakan saat ini lokasi tambang batu yang menimbulkan korban itu diberi garis polisi.
Budi Cahyono, anggota BPBD Pamekasan mengatakan, lokasi itu sudah dinyatakan dilarang untuk penambangan batu. Sebab dikhawatirkan menimbulkan korban seperti sekarang ini.
“Kami sudah bolak-balik memberikan sosialisasi kepada warga agar tidak menambang batu di lokasi itu. Bahkan, aparat desa sudah memberikan papan larangan, tapi masyarakat tetap nekat,” kata Budi Cahyono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/vokalis-hadrah_20151230_170227.jpg)