Senin, 27 April 2026

Pamekasan

Pria Ini Dibantai Ramai-ramai, Ususnya Terburai, Pergelangan Tangan Putus, Ini Penyebabnya!

Di lokasi itu korban terjebak dan dikepung, kemudian dilempari batu dan dibantai beramai-ramai. Walau korban memohon minta ampun...

Penulis: Muchsin | Editor: musahadah
surya/tribunnews.com
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN – Kasus pembunuhan berlatar belakang isu santet kembali terjadi di Pamekasan, Selasa (29/12/2015) petang.

Kali ini korbannya Mohammad Monir (48), warga Dusun Bindung, Desa Pangerreman, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Madura.

Korban yang sehari-harinya butuh tani itu tewas setelah dibantai di ladang kebun jagung, berjarak sekitar 200 meter sebelah timur rumahnya.

Pelaku diperkirakan berjumlah 30 hingga 50 orang yang hingga kini masih dalam pengejaran polisi.

Kakek dua cucu itu, menderita luka cukup serius di bagian kepala sampai telinga robek. Rusuk bagian kiri sobek, hingga usui terburai. Bahu kanan kiri hampir putus. Kedua pergelangan tangan kanan dan kiri putus ditebas senjata tajam.

Beberapa jam sebelum kejadian, sekitar pukul 16.30 WIB, korban, akrab dipanggil Mat Monir pergi menghadiri tahlilan hari keempat, meninggalnya Mohammad Tabri (45), berjarak sekitar 250 meter dari rumahnya.

Usai tahlilan, apakah ada yang mengomando atau spontanitas, seluruh warga yang menghadiri tahlilan mengejar Mat Monir, sambil meneriaki korban santet yang harus dibunuh.

Korban yang tidak menduga dirinya dikejar, lari ke ladang jagung seluas 20 x 30 meter.

Di lokasi itu korban terjebak dan dikepung, kemudian dilempari batu dan dibantai beramai-ramai. Walau korban memohon minta ampun jangan dibunuh, warga tidak peduli. Lalu kepala korban ditimpuki batu gunung sebesar buah kelapa.

Setelah korban tewas dengan kondisi luka ditubuh yang membuat miris melihatnya itu, warga meninggalkan korban tergelatak.

Tanaman jagung setinggi 1 meter di lahan seluas 20 x 30 meter itu rusak semua, akibat terinjak-injak massa.

Aparat Polsek Tamberu, yang mendengar informasi itu segera ke lokasi kejadian. Namun, di lokasi sudah sepi, hanya tinggal jenazah korban yang tergeletak dengan posisi terlentang.

Menurut selentingan warga, korban dituduh memiliki ilmu santet. Dan kematian Mohammad Tabri itu dengan kondisi perut kembung, dituding akibat disantet korban.

Kapolres Pamekasan, AKBP Sugeng Muntaha, yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Tamberu, Pamekasan, AKP Mohammad Syaiful, Rabu (30/12/2015) mengatakan, tudingan korban memiliki santet itu hanya isu saja.

Dikatakan, ia baru datang dari rumah almarhum Mohammad Tabri. Dari keluarga almarhum, diperoleh penjelasan, Tabri sudah lima bulan sakit. Dokter yang menangani Tabri, menyatakan, sakitnya akibat liver.

“Kami sudah meminta keterangan keluarga korban Monir. Selanjutnya, kami akan menyelidiki dengan meminta keterangan siapa saja yang hadir di acara tahlilan itu,” kata AKP Syaiful.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved