Blitar

Berenang Sebrangi Brantas, Pemuda Tenggelam

Bermaksud menyenangkan saudaranya, yang asal luar kota, Riki Setiawan (20), warga Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, tenggelam

Berenang Sebrangi Brantas, Pemuda Tenggelam
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Petugas melakukan pencarian di Sungai Brantas, Minggu (03/01) siang. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Bermaksud menyenangkan saudaranya, yang asal luar kota, Riki Setiawan (20), warga Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, malah tenggelam di Sungai Brantas, Sabtu (02/1) sore.

Sementara, empat temannya selamat saat berenang menyebrangi Sungai Brantas, yang ada di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, atau tepatnya di bawah jembatan rel Kereta Api (KA) Nguri.

Hingga Minggu (03/01) sore, mayat korban belum ditemukan, meski terus dilakukan pencarian oleh petugas polsek setempat bersama tim SAR Trenggalek.

"Kami masih terus melakukan pencarian, meski arus sungai saat ini cukup deras," kata Kompol Agus Fauzi, Minggu (03/01) sore.

Menurutnya, peristiwa itu bermula dari korban kedatangan saudaranya, dari Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, Jember. Kepingin menyenangkan saudaranya, korban mengajaknya jalan-jalan. Namun, entah kenapa, korban mengajaknya bermain ke Sungai Brantas. Namun, yang diajak saat itu tak hanya saudara korban saja, melainkan tiga teman sekampungnya juga ikut.

Untuk ke sungai itu, mereka berlima berboncengan sepeda motor. Yakni, Sulton Ainun (20), saudara korban asal Jember, dan tiga teman sekampungnya, di antaranya, Riko Puji (16), Agung Juwono (19), dan Andre Setiawan (17). Sesampai di sungai itu, mereka langsung menjebur.

Tak puas hanya bermain di tepi sungai, mereka juga berenang ke tengah. Kebetulan, sore itu, arus sungainya lagi deras karena habis diguyur hujan. Lama-kelamaan, mereka berenang dengan menyebrangi sungai yang lebarnya sekitar 50 meter. Sebab, sungai itu tak hanya membentang di wilayah Blitar saja, melainkan juga di wilayah Tulungagung.

"Mereka berenang dengan posisi beriringan, saat menyebrangi sungai itu. Di seberang sungai itu atau seberang selatan, bukan wilayah Kabupaten Blitar lagi, melainkan Tulungagung," paparnya.

Saat berenang itu, posisi korban berada di belakang. Karena itu, saat keempat pemuda itu sampai di seberang selatan, mereka kaget karena korban tak kelihatan. Kemungkinan, ia tenggelam sebelum sampai di tengah sungai, yang arusnya cukup deras.

Akhirnya, empat pemuda itu mencarinya, namun tak berhasil menemukannya. Selanjutnya, mereka melapor ke warga dan dilanjutkan ke polsek.

"Kami belum bisa mengatakan, penyebab kejadian itu karena korban belum ditemukan. Apakah karena korban tak kuat nafasnya saat berenang menyebrangi sungai itu atau ada penyebab lain," pungkasnya.

Yang jelas, sungai itu arusnya cukup deras dan cukup dalam. Karena itu, pencarian korban tak hanya difokuskan di sekitar TKP saja, namun sudah sampai ke Ngujang, Tulungagung atau berjarak sekitar 10 km dari TKP.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved