Breaking News:

Berita Lamongan

Tanah Bekas Kerukan Saluran ini Berserakan Dapat Picu Kecelakaan

"Ini masalahnya hanya asal ngeruk saluran tanpa mau mempertimbangkan tanah kerukan itu harus dikemanakan."

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Parmin
surya/hanif manshuri
Tumpukan tanah bekas kerukan normalisasi irigasi di sepanjang aliran Sukodadi - Menongo ini mengganggu pengguna jalan, Minggu (3/1/2016). 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Pengerukan saluran air di kanan kiri sepanjang jalan raya Sukodadi - Menongo kini menyisahkan masalah. Para pengguna jalan mengeluhkan jika melintas di jalur itu, utamanya jika turun hujan.

Jalan menjadi licin karena tumpukan tanah kerukan dibiarkan tak tertata di bahu kanan - kiri jalan sepanjang jalur itu.

Akibatnya, tanah - tanah kerukan normalisasi aliran irigasi itu tumpah ke jalan beraspal terbawa derasnya air hujan.

"Ini masalahnya hanya asal ngeruk saluran tanpa mau mempertimbangkan tanah kerukan itu harus dikemanakan. Ditumpuk begitu saja,"gerutu Zakaria warga Menongo, Minggu (3/1/2016).

Tak hanya berakibat jalan licin karena lumpur yang meluber ke jalan. Tapi genangan air bertahan lama di atas permukaan jalan beraspal dan jalan sebagian beton itu.

Tak sedikit pengguna jalan, khususnya roda dua mengalami kecelakaan karena tidak mampu menguasai stir saat jalan licin.

Sedangkan dampak lain adalah jalan belepotan lumpur saat hujan. Sedang saat musim kemarau debu berterbangan ke segala penjuru dari lumpur yang mengering di permukaan jalan itu.

Tumpukan tanah kerukan di bahu kanan - kiri jalan itu juga tidak ditata rapi, apalagi dipadatkan.

"Kalau ditata atau dipadatkan tidak begini jadinya. Ini asal - asalnya saja,"kata Sofyan, warga lainnya.

Sementara tumpukan tanah dari galian kali yang tepat berada di depan rumah warga, sebagian di antaranya dimanfaatkan untuk bertanam kembang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved