Malang Raya

Pria Ini Banting Granat Sisa Perang Kemerdekaan, tapi Tidak Meledak

“Marsin yang memberi tahu, bahwa benda itu granat. Saya lalu meletakkan begitu saja dan menjauh,”

Penulis: David Yohanes | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG/David Yohanes
Anang Sunarso saat berada di lokasi penemuan granat. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Anang Sunarso (45), kuli bangunan yang menemukan granat di jalan Penarukan, Gang Malang Kabupaten Malang sempat membanting benda tersebut berulang kali.

Saking penasarannya, Anang kemudian mengambil cetok dan memukul-mukul benda tersebut. Tujuannya membersihkan lapisan tanah keras yang menutupi benda tersebut.

Setelah sebagain tanah dibersihkan, barulah kelihatan bentuk asli benda tersebut. Terlihat jelas benda tersebut adalah granat, dengan bentuk mirip sebuah nanas. Sadar barang temuannya adalah benda berbahaya, Anang dan Marsin menyingkir.

“Marsin yang memberi tahu, bahwa benda itu granat. Saya lalu meletakkan begitu saja dan menjauh,” ujar Anang, Selasa (5/1/2016).

Menurut informasi di antara warga sekitar, lokasi penemuan granat tersebut pernah jadi lokasi persembunyian para gerilyawan kemerdekaan.

Usai beraksi di berbagai wilayah di Malang Raya, para gerilyawan mencari tempat aman. Lokasi yang digali Anang dan Marsin salah satunya.

Tanah tersebut dulunya milik seorang gerilyawan Pak Awik. Pak Awik kemudian menjual tanahnya ke almarhum Kamidin. Kadimin juga seorang gerilyawan.

“Mungkin saya granat tersebut sisa para pejuang kita dulu. Setelah merdeka, amunisi yang tersisa diletakkan begitu saja,” terang Kapolsek Kepanjen, Kompol Mas Akhmad Sujalmo yang mengamankan lokasi penemuan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved