Blitar

Ya Tuhan, Kaki Pemuda Ini Dua Kali Besar Tubuhnya, Dipegang dan Digigit Nyamuk Gak Kerasa

"Makan minum minum, ya diladeni. Bahkan, buang air besar atau kecil, ya di tempat tidurnya itu," tutur Aminatun, ditemui di rumahnya.

Ya Tuhan, Kaki Pemuda Ini Dua Kali Besar Tubuhnya, Dipegang dan Digigit Nyamuk Gak Kerasa
surya/imam taufiq
Ahmad Rifai, penderita kaki gajah hanya bisa terbaring di kamarnya. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Tiga tahun ini, Ahmad Rifai (27), warga Desa Tunjung Rt 3/Rw 4, Kecamatan Udan Awu, Kabupaten Blitar ini menggantungkan hidup pada ibunya.

Pria berusia 27 tahun ini tak mampu berbuat apapun. Segala aktivitasnya harus dibantu ibunya, Ny Aminatun (57).

Dia tak bisa menggerakkan tubuhnya dengan bebas  akibat mengidap penyakit kaki gajah.

Kaki kanannya terus membesar hingga dua kali besar badannya.

"Makan minum minum, ya diladeni. Bahkan, buang air besar atau kecil, ya di tempat tidurnya itu," tutur Aminatun, ditemui di rumahnya, Selasa (5/1/2016).

Sejak lima tahun lalu, Rifai hanya tinggal berdua dengan ibunya setelah bapaknya meninggal dunia.

Rifai anak satu-satunya Aminatun. Sejak Rifai sakit, ibunya harus membanting tulang dan pintar membagi waktu.  "Saya itu kerjanya hanya buruh cuci dan bersih-bersih di rumah tetangga," tuturnya.

Dua tahun belakangan ini, Aminatun tak bisa bekerja lagi.

Tubuhnya juga susah digerakkan sehingga harus dibantu tongkat jika berjalan. "Kaki saya yang sakit. Kadang linu dan kesemutan sehingga kini hanya di rumah saja," papar Aminatun yang mengaku kalau makan sering diberi para tetangganya.

Sementara Rifai mengaku sejak SMP, kaki kanannya sering terasa ngilu. Namun, tak dirasakan karena dianggap sakit biasa. Bahkan, tak pernah dibawa ke dokter karena takut.

Halaman
123
Penulis: Imam Taufiq
Editor: musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved