Kediri

SPBU di Kediri Dilarang Layani Pembeli Jerigen, Ini Alasannya!

Hiswanamigas Kediri mengimbau pengeloa SPBU agar tidak melayani pembelian jerigen.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: musahadah
surya/didik mashudi
Panjang - Antrean panjang masih terlihat di sejumlah SPBU Kediri, Kamis (7/1/2016). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Hiswanamigas Kediri mengimbau pengeloa SPBU agar tidak melayani pembelian jerigen. Larangan ini berlaku sampai pasokan BBM di Kediri stabil.

Hal ini ditegaskan David Tompo Wahyudi, Ketua Hiswanamigas Kediri, Kamis (7/1/2015).

Imbauan ini disampaikan karena SPBU di Kota dan Kabupaten Kediri masih diserbu pembeli yang membawa jerigen.

SPBU yang ketahuan melayani pembelian jeriken langsung mendapatkan teguran dan diminta tidak melayani lagi.

"Melalui telepon kami sudah memberitahu kepada pengelola SPBU lainnya agar tidak melayani pembelian jeriken dulu," tambahnya.

Dijelaskan David Tompo Wahyudi, kelangkaan BBM terutama jenis premium terjadi di antaranya karena beberapa pengusaha tidak mau merugi dengan tidak mau mengambil delivery order (DO).

Selain itu masyarakat sendiri terjadi kepanikan sehingga memborong BBM dalam jumlah banyak.

Masalah lain, keterbatasan armada untuk melakukan distribusi BBM ke SPBU yang ada di daerah.

Pantuan dari sejumlah SPBU, antrean pembelian BBM di SPBU mulai berkurang Kamis (7/1/2015) petang.

Jika pagi hari antrean pembelian BBM meluber sampai ke jalan. Pada sore mulai berangsur normal.

Amin Junaidi, salah satu pengusaha SPBU membenarkan salah satu penyebab kelangkaan stok BBM di Kediri karena ada pengusaha yang tidak menebus DO. Sehingga stok BBM menjadi berkurang.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved