Senin, 4 Mei 2026

Tulungagung

Karawitan Bisa Bantu Mempercepat Kesembuhan Pasien RSUD dr Iskak, kok Bisa?

"Klonengannya (musiknya) enak di dengar dengan irama gending-gending Jawa. Cukup memberi hiburan untuk para pasien dan keluarganya yang menunggu,"

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Grup karawitan menghibur pasien RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jumat (8/1/2016). 

SURYTAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Panggung mini berisi seperangkat alat kesenian menghiasi salah satu sudut ruangan RSUD dr Iskak Kabupaten Tulungagung. Dari panggung inilah, grup karawitan menghibur pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Ada lima seniman yang memainkan alat musik kendang, siter, rebab, gambang dan gong. Para seniman ini biasa membawakan musik-musik instrumentalia gending-gending tembang Jawa.

Dengan alunan musik yang tidak terlalu keras, tetabuhan para seniman ini dapat didengar di hampir semua sudut ruang sal perawatan dan ruang tunggu. Pasien pun banyak yang merasa terhibur karena irama musik yang dibawakan seniman ini memberi hiburan kepada para pengunjung.

Sugiat (55) yang sedang penunggu istrinya opname mengaku sedikit terhibur mendengarkan alunan musik karawitan yang mendayu-dayu.

"Klonengannya (musiknya) enak di dengar dengan irama gending-gending Jawa. Cukup memberi hiburan untuk para pasien dan keluarganya yang menunggu," ungkapnya.

Hiburan musik karawitan ini biasa dipersembahkan setiap hari Jumat. Selain hari Jumat, hiburannya dari musik kaset.

"Kalau musiknya yang kalem-kalem membantu pasien leyeh-leyeh sambil istirahat," tambahnya.

Ungkapan senada juga dikemukakan Aminah (48) pasien rawat jalan yang mengaku terhibur dengan musik karawitan.

"Musiknya jadi hiburan saat menunggu resep obat di apotik," ungkapnya.

Keberadaan grup karawitan di tengah rumah sakit ini sempat menarik perhatian Menteri Kesehatan (Menkes) Prof Dr dr Nila Farid Moeloek yang berkunjung ke RSUD dr Iskak. Malahan Menkes sempat mampir dan menyapa para seniman yang menjadi penabuh gamelannya.

Sementara dr Supriyanto,SpB, Direktur RSUD dr Iskak menyebutkan, keberadaan grup musik karawitan itu sudah berjalan setahun lebih. Hasilnya sangat positif karena musiknya membuat pasien rilek.

"Masyarakat yang sakit dan dirawat di rumah sakit rata-rata dari pedesaan. Setiap hari masyarakat ini sudah akrab mendengar musik gamelan," ungkapnya.

Sehingga saat dr Supriyanto menjabat sebagai direktur, musik hiburannya setiap Jumat diubah dengan musik karawitan.

"Kami mengakomodir supaya pasien secara psikologis menjadi lebih rilek," harapnya.

Dengan kondisi perawatan yang lebih rilek, bakal mempercepat upaya penyembuhan sakitnya.

"Kalau pasien nyaman, penyembuhan menjadi lebih cepat," ungkapnya.

Dari ke lima personel seniman yang menjadi penabuh gamelan, ada salah satu seniman jebolan dari Institut Kesenian Indonesia.

"Kami memberdayakan mereka untuk menghibur pasien. Ini bagian dari terapi," jelasnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved