Tulungagung

Menteri Kesehatan Apresiasi Layanan Gawat Darurat Terpadu Tulungagung, Apa Istimewanya?

Sejak diluncurkan 28 November 2015, pelayanan Public Safety Center (PSC) telah menerima lebih dari 500 panggilan situasi gawat darurat

Penulis: Didik Mashudi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Menkes Prof Dr dr Nila Farid Moeloek,SpM berkeliling meninjau RSUD dr Iskak Tulungagung, Jumat (8/1/2016). 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Program Tulungagung Emergency Medical Service (TEMS) mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila Farid Moeloek,SpM. Malahan menteri membubuhkan prasasti peresmian di RSUD dr Iskak Tulungagung, Jumat (8/1/2016).

Pelayanan TEMS ini untuk menanggulangi situasi gawat darurat baik medis maupun nonmedis yang terintegrasi dengan kepolisian, unit pemadam kebakaran, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung.

Progam ini dinilai menjadi pelopor pelayanan keselamatan masyarakat yang layak diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.

Sejak diluncurkan 28 November 2015, pelayanan Public Safety Center (PSC) telah menerima lebih dari 500 panggilan situasi gawat darurat melalui call centre (0355) 320119. Panggilan gawat darurat ini bermarkas di RSUD dr Iskak.

Setiap panggilan telepon dari masyarakat akan terpantau di layar monitor operator kepolisian, unit pemadam kebakaran, dan Kantor BPBD. Sehingga dalam waktu cepat operator PSC bisa menginstruksikan petugas ke lokasi sesuai keadaan gawat darurat yang terjadi.

Layanan ini bekerja 24 jam untuk meminimalisir resiko keselamatan masyarakat. Selain mengatasi situasi gawat darurat medis seperti sakit, kelahiran, dan kecelakaan, program ini juga berlaku untuk ancaman mulai bencana alam, kriminalitas hingga kekerasan sosial seperti penganiayaan, perkelahian, teror, dan ancaman lain yang terjadi di masyarakat.

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo,SE,M.Si menyebutkan, PSC merupakan bentuk aktualisasi pelayanan untuk masyarakat. Program ini menjadi kebanggaan karena menjadi pelopor cetak biru keselamatan masyarakat yang tengah dirintis pemerintah pusat melalui National Command Center (NSC) dan turunanya dalam bentuk Public Safety Centre.

“Di Indonesia baru Tulungagung yang sukses membangun sistem seperti ini,” katanya.

Konsep ini menggerakkan semua unsur mulai RSUD dr Iskak sebagai pelaksana program, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebagai perencana pembangunan Instalasi Gawat Darurat, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sebagai pemberi anggaran, Dinas Kesehatan, Polres Tulungagung yang melayani kebutuhan keamanan, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan masyarakat dalam sistem pelayanan gawat daruratan terpadu.

Sementara Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto Sp.B mengatakan, program pusat pelayanan keselamatan terpadu melayani kebutuhan masyarakat terhadap kondisi gawat darurat medis maupun non medis secara terpadu.

Sehingga bisa memberikan jaminan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

"Pelayanan TEMS RSUD dr Iskak memberikan pelayanan pra-hospital, intra-hospital, inter-hospital, tombol kegawat daruratan medis, maupun tele-medicine," jelasnya.

Dicontohkan, jika ada anak panas tinggi di malam hari, petugas akan memandu tindakan pertama yang bisa dilakukan orang tua di rumah, seperti mengompres atau menggunakan obat yang dimiliki.

“Jadi tidak selalu harus dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Bupati Syahri Mulyo berharap masyarakat memanfaatkan program ini untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan masyarakat. Untuk mempercepat mobilisasi petugas medis, disiapkan 38 unit ambulance. Terdiri dari 3 ambulance “advance life support” (ALS) dan 35 ambulance basic life support (BLS) yang siap bergerak ke seluruh pelosok selama 24 jam

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved