Blitar

Delapan Petugas Medis Tak Mampu Mengangkat Kaki Pria Ini, Penyakit Ganas Menggerogotinya

"Saya lebih tenang setelah dibilangi bu Ninik (Ninik Catur Anggaraini, istri M Rijanto, bupati terpilih Kabupaten Blitar, yang berkunjung ke rumahnya)

Delapan Petugas Medis Tak Mampu Mengangkat Kaki Pria Ini, Penyakit Ganas Menggerogotinya
surya/imam taufiq
Rifai, penderita kaki gajah, kini akhirnya dirawat di RSUD Ngudi Waluyo, Senin (11/1). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Usaha Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Blitar merayu Ahmad Rifai (27), penderita tumor kaki asal Desa Tunjung Rt 3/Rw 4, Kecamatan Udan Awu, Kabupaten Blitar, akhirnya membuahkan hasil.

Rifai akhirnya bersedia, dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Senin (11/1/2016) setelah sempat menolaknya.

Ia dibawa dengan mobil ambulan milik puskesmas dipimpin dr Ahmad Veri Fauzan, Kepala Puskesmas Udan Awu.

"Proses pemberangkatannya, agak lama karena ia sempat malas-malasan lagi. Kami akhirnya merayunya kembali, sampai akhirnya ia bersedia diberangkatkan ke rumah sakit,"kata Veri.

Saat diberangkatkan ke RS, ibunya, Ny Aminatun (57), tak ikut mengantarkan karena sakit, hanya didampingi pamannya, Menan (42). "Mulai perjalanan, sampai tiba di rumah sakit, tak ada kendala," papar Veri.

Setelah sempat dirawat di UGD sebentar, dan dinyatakan sehat, ia baru dipindahkan ke ruang Boegenvil--ruang bedah. Namun, saat akan diangkat ke bed, di ruang Boegenvil itu, petugas sempat kesulitan.

Delapan petugas medis, tak mampu mengangkatnya, karena terlalu berat. Ditambah, benjolan di kaki kanannya yang berukuran tiga kali lebih besar dari tubuhnya itu, membuat petugas kerepotan, mengangkatnya ke tempat tidur.

Akhirnya, pamannya harus naik ke tempat tidur, untuk mengangkat tubuh Rifai. Bersamaan itu, tim medis lainnya, mengangkat kaki kanannya, yang terdapat benjolan sebesar tubuh orang dewasa tersebut.

"Kalau tubuhnya nggak berat. Yang berat itu, malah kakinya, yang ada benjolan itu, sehingga petugas medis harus mengangkatnya ramai-ramai," papar Menan.

Setelah berhasil diangkat ke tempat tidur, Rifai baru bisa beristirahat. Namun terlihat sepintas, tempat tidurnya itu hampir tak muat karena lebih besar dari benjolan di kaki kanannya. Akhirnya, kaki kirinya menumpang di atas benjolan tersebut. "Agak kerepotan geraknya," tutur Rifai.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved