Blitar

Pasien Demam Berdarah Membludak, RSUD Wlingi Kekurangan Tempat Tidur

Sebagian penderita juga dirujuk ke RS Syaiful Anwar, Malang, karena dianggap cukup parah.

Pasien Demam Berdarah Membludak, RSUD Wlingi Kekurangan Tempat Tidur
surya/imam taufiq
Para pasien DB di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, yang belum mendapat kamar sehingga dirawat di lorong. Namun demikian, mereka tetap mendapatkan perawatan medis dengan baik. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Musim penghujan ini, jumlah penderita demam berdarah (DB) di Kabupaten Blitar, naik.

Di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi saja  jumlah penderita DB mencapai 21 orang, Selasa (12/1/2016).

Itu belum termasuk yang sudah pulang setelah dirawat beberapa hari di RS milik Pemkab Blitar tersebut.

Sebagian penderita juga dirujuk ke RS Syaiful Anwar, Malang, karena dianggap cukup parah. Total, bila dihitung sejak awal Januari 2016 ini, jumlah penderita DB mencapai 50 orang.

"Sebagian memang belum mendapatkan kamar karena jumlah pasien saat ini lagi overload. Tak hanya pasien DB saja, namun pasien penyakit lainnya juga cukup banyak," kata dr Loeqi Janna Agrawati, Direktur RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi ditemu di RS itu, Selasa (12/1) siang.

Mewabahnya penyakit yang disebabkan serangan nyamuk aedes aegypty ini, membuat warga Kabupaten Blitar resah.

Terutama anak-anak usia di bawah 15 tahun yang rawan terkena penyakit tersebut.

Dari 21 penderita, kebanyakan berusia antara 10 sampai 13 tahun. Bahkan, ada yang masih balita atau berusia 1 tahun sampai 3 tahun.

Mereka adalah, M Hakim (1), warga Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun, M Iqbal (3), warga Desa/Kecamatan Selopuro, Wisnu (4), warga Desa Jeruk, Kecamatan Selopuro, dan Ima Ainu Sofa (13), warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Binangun.

"Anak-anak memang rentan terkena DB karena tempat bermainnya tak terkontol. Ditambah, kurang menjaga kebersihan," papar Loeqi.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved