Blitar

Kasihan, Bocah Yatim 5 Tahun Terkena HIV

Sejak bayi, korban diasuh kakak kandungnya, Pwt. Itu karena bapak dan ibunya sudah tiada. Tak hanya korban sendiri yang diasuh kakaknya.

Kasihan, Bocah Yatim 5 Tahun Terkena HIV
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Ilm (5), divonis kena HIV sejak dilahirkan bersama kakaknya, Pwt, yang mengaduhnya kini. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Tingkat penyebaran virus HIV kian menakutkan. Tak hanya di kota besar, namun di kota kecil, seperti Kabupaten Blitar, Jawa Timur diketahui jumlah penderita HIV yang terdeteksi terus meningkat.

Kebanyakan mereka adalah para wanita, yang berprofesi sebagai tenaga kerja wanita (TKW). Itu diketahui setelah mereka pulang dari luar negeri. Seperti yang dialami dua TKW. Mereka dipulangkan paksa oleh pemerintah Hongkong dan Taiwan karena diketahui kena HIV.

Namun, akhirnya nyawa keduanya tak terselamatkan setelah dirawat di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi.

Justru, kali ini, diketahui penderita HIV adalah seorang anak berusia 5 tahun. Adalah Ilm, warga Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Itu terdeteksi dinas kesehatan setempat, semenjak dilahirkan dulu.

"Saat dilahirkan itu, dia sudah terdeteksi kalau terkena penyakit itu. Namun, nyawa ibunya tak berhasil diselamatkan usai melahirkan korban. Ia juga terkena penyakit itu," kata kata dr Yuni Sri Wulandari, Sekrertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Minggu (t17/1/2016).

Kini, korban akhirnya yatim piatu karena bapak dan ibunya telah tiada. Saat korban masih dalam kandungan, bapaknya meninggal dunia. Itu diduga juga karena terkena penyakit tersebut. Setahun kemudian, istrinya 'menyusulnya sehabis melahirkan korban. Korban sendiri berasal dari keluarga pas-pasan.

"Bapak saya dulu itu, bekerja sebagai tukang becak, sedang ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa," tutur Pwt (30), kakak korban yang tinggal di Kecamatan Nglegok.

Yuni menambahkan, karena kondisi korban seperti itu, maka sejak dilahirkan sampai berusia setahun, ia jadi tanggung jawab penuh dinkes. Mulai, dari jatah susu sampai pengobatannya. Sebab, susu yang diminumnya itu tak seperti susu buat anak sehat. Namun, ada susu khusus buat anak yang mengidap penyakit seperti itu.

"Bahkan, sampai sekarang pun, ia masih dipantau dinas. Hampir setiap minggu sekali, ada tim medis yang datang ke rumahnya, untuk mengecek kesehatannya. Untuk sebulan sekali, ia harus dikontrolkan ke RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi," paparnya.

Sejak bayi, korban diasuh kakak kandungnya, Pwt. Itu karena bapak dan ibunya sudah tiada. Tak hanya korban sendiri yang diasuh kakaknya, namun tujuh kakak-kakaknya juga tinggal serumah, di rumah kakaknya yang tertua tersebut.

Halaman
123
Penulis: Imam Taufiq
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved