Malang Raya

Ngeri, Dua Pemancing Tewas dan Empat Selamat Setelah Disambar Petir

Sekitar 20 menit berteduh di dalam punden itu, terjadi petir yang cukup keras. Bersamaan itu, keenam korban terpental keluar.

Ngeri, Dua Pemancing Tewas dan Empat Selamat Setelah Disambar Petir
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Makam (punden), tempat korban tersambar petir saat berteduh. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Blitar, Senin (18/1/20156) siang, membawa korban. Dua orang tewas akibat disambar petir, sedang empat temannya selamat.

Korban tewas adalah Zainal Abidin (33), warga Kelurahan Pandanarum, Kecamatan Sutojayan, dan Supriono (32), warga Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan. Keduanya terluka pada kepalanya akibat disambar petir.

"Saat kejadian itu, mereka (berenam) duduk berhadapan karena lagi berteduh," kata AKP Sukadi, Kapolsek Sutojayan.

Sedang, korban selamat, di antaranya, Susilo (33), Juned (32), Jarwo (32), dan Nur Rahmat (33), keempatnya warga Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan.

"Meski keenam korban itu duduk berkumpul, namun yang empat selamat, Bahkan, mereka tak terluka sama sekali," tutur Sukadi.

Ceritanya, siang itu keenam korban itu sedang memancing bersama di Kali Sadrakan, di Desa Gondanglegi, Kecamatan Sutojayan, atau tepatnya, di belakang sekolahan SDN 03 Sutojayan. Mereka berangkat dari rumah sejak pukul 10.00 WIB, dengan berboncengan sepeda motor. Tiba di lokasi, mereka langsung memancing, dengan posisi bersebelahan.

Namun saat asyik memancing itu, tiba-tiba turun hujan deras dengan disertai petir. Itu terjadi sekitar dua jam setengah, setelah mereka melemparkan pancingnya ke kali tersebut. Akhirnya, mereka berteduh di punden, yang ada di tepi kali itu. Punden itu hanya ada satu makam, namun dikramatkan oleh warga setempat.

Menurut warga, punden itu biasa dipakai berteduh warga bila kehujanan di sawah. Sebab, di makam itu, dibuatkan bangunan, dengan beratap genting, dan berlantai keramik. Hanya saja, lokasinya terbuka karena tak ada pohon di sekitarnya.

"Selama hujan itu, keenam korban berteduh jadi satu di punden itu. Cuma, hujan siang itu cukup deras, dengan disertai petir berkali-kali," papar Sukadi.

Sekitar 20 menit berteduh di dalam punden itu, terjadi petir yang cukup keras. Bersamaan itu, keenam korban terpental keluar. Namun demikian, bangunan punden itu tak mengalami kerusakan apapun. Begitu terpental, dua korban yang tewas itu langsung tak bangun. Mereka tersungkur di sawah, yang berjarak sekitar 2 meter, dari lokasi duduknya.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved