Blitar

Banjir Terjang Rumahnya, Kakek Ini Bawa Harta Berharga Satu-Satunya Mengungsi ke Kelurahan

Begitu air sudah mengenangi jalan kampung, warga malam itu kian panik. Apalagi, listrik di kampung itu juga padam, sehingga situasi kian mencekam.

Banjir Terjang Rumahnya, Kakek Ini Bawa Harta Berharga Satu-Satunya Mengungsi ke Kelurahan
surya/imam taufiq
Kondisi banjir di Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Selasa (19/1) siang. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sebanyak 80 kepala keluarga (KK) di Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, diungsikan ke kantor kelurahan setempat, Senin (18/1/2016) malam.

Rumah mereka diterjang banjir setelah hujan lebat seharian kemarin.

Hingga Selasa (19/1/2016) siang, warga belum diperbolehkan pulang, meski air sudah mulai surut.

Apalagi, cuaca mendung sehingga dikhawatirkan terjadi hujan kembali.

Tak ada korban jiwa, hanya kerugian material akibat  tanaman seluas 150 hektare (Ha) yang  terendam air.

"Daerah sini memang langganan banjir. Bahkan, bisa dipastikan tiap tahun, pasti kena banjir. Penyebabnya, dari dulu ya karena air hujan," papar Slamet (60), warga Lingkungan Blimbing, Kelurahan Sutojayan.

Banjir di wilayah ini, selain disebabkan air hujan, tanggul Kali Kedut Unut, yang selama ini jadi penahan air yang mengalir ke Sungai Brantas juga jebol  selebar 15 meter.

Begitu air sudah mengenangi jalan kampung, warga malam itu kian panik. Apalagi, listrik di kampung itu juga padam, sehingga situasi kian mencekam.

Baru sekitar pukul 20.00 WIB ketika air sudah menggenangi rumah,  warga dijemput petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, disuruh mengungsi ke kantor kelurahan.

Saat mengungsi, sebagian warga, terutama yang tua, dinaikkan mobil. milik BPBD. Sedang, yang muda, berjalan kaki karena kantor kelurahan hanya berjarak 700 meter dari rumah mereka.

Tak hanya membawa perbekalan, bahkan sebagian warga juga membawa hewan peliharaannya. Seperti kakek Slamet (68), saat mengungsi ke kantor kelurahan, sambil menuntun empat ekor kambingnya. "Ini harta saya satu-satunya mas. Kalau nggak saya bawa, saya khawatir kena banjir," tuturnya.

Heru Irawan, Kepala BPBD Kabupaten Blitar, kampung itu memang jadi langganan banjir, bila hujan deras. "Untuk tanggul yang jebol, kami belum berani memperbaiki karena arus airnya masih deras," paparnya.

Bagi warga yang mengungsi, papar dia, tak usah khawatir soal makan. Sebab, pihaknya sudah menyiapkan dapur umum. Itu sekalian disedikan buat warga yang tak mau mengungsi, supaya bisa makan juga. "Kami menghimbau, sebaiknya warga jangan pulang dulu, sebelum ada perintah dari kami," pungkasnya.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved