Malang Raya

Disambar Petir, Saluran Telepon RSSA Malang Terganggu

Sebanyak 82 saluran telepon di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang terganggu selama beberapa hari terakhir.

Disambar Petir, Saluran Telepon RSSA Malang Terganggu
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Y Tjondro Kusumo menunjukkan server telepon dan salah satu card yang rusak di RSSA Kota Malang, yang mengakibatkan matunya 82 saluran telepon di RS itu. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 82 saluran telepon di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang terganggu selama beberapa hari terakhir.

Hal ini sebagai dampak sambaran petir ke sambungan telepon Telkom yang tersambung ke server telepon RS milik Pemprov Jawa Timur itu.

"Bahasa awamnya kena bias sambaran petir. Yang kena petir milik Telkom tetapi membias ke server telepon kami. Akhirnya merusakkan 82 saluran dari total 320 saluran," ujar Y Tjondro Baskoro, Koordinator Pelayanan Instalasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi RSSA kepada Surya, Rabu (20/1/2015).

Bias sambaran petir itu merusak mainboard server telepon. Dan di server itu terdapat belasan card / elemen. Setiap card tersambung pada 16 saluran pesawat telepon. Terdapat sembilan card yang rusak.

"Salah satunya card yang bernama Disa. Card ini yang menghubungkan sambungan telepon dari luar ke rumah sakit yang pertama kali. Melalui Disa ini, penelepon diberi arahan memencet angka berapa untuk menghubungi ruang yang diinginkan, jadi tidak perlu disambungkan ke operator," imbuhnya.

Selain saluran telepon dari luar ke rumah sakit, saluran telepon sejumlah ruangan juga rusak seperti IGD, laboratorium, juga beberapa ruang rawat inap. Padahal ruangan-ruangan ini merupakan ruangan vital yang terhubung dengan pelayanan publik.

Walhasil petugas TI RSSA harus 'ngakali' agar saluran telepon ke ruang-ruang penting itu bisa 'on' kembali.

"Akhirnya kami tukar saluran. Beberapa saluran di ruang manajemen yang masih bisa dialihkan ke saluran yang ke ruang seperti IGD, Lab atau rawat inap yang rusak," lanjut Tjondro.

Salah satu saluran telepon yang masih rusak terjadi di salah satu saluran telepon ruang Sub Bagian Hukum, Humas, dan Pemasaran RSSA. Dari dua saluran telepon di ruang itu, satu saluran rusak dan satu bisa dipakai.

"Akhirnya kami memakai telepon samping ruang, ruang terdekat, atau menghubungi ponsel pribadi petugasnya kalau ingin menghubungi," imbuh Kasubag Hukum, Humas, dan Pemasaran RSSA Titik Intiyas Hidayati.

Perbaikan server telepon itu membutuhkan waktu tiga bulan. Sebenarnya server telepon itu akan diganti tahun 2016, dan sudah dianggarkan di anggaran belanja RSSA.

Pengadaan server telepon itu membutuhkan waktu tiga bulan. Namun belum terlaksana, beberapa waktu lalu, server telepon itu terdampak sambaran telepon dan akhirnya tidak berfungsi normal.

"Ya terpaksa untuk tiga bulan ini, pakai darurat seperti ini. Pokoknya saluran ke ruang yang melayani publik tidak terganggu. Dan telepon dari luar terpaksa juga dilayani operator, tidak bisa terlayani secara otomatis," tegas Tjondro.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved