Blitar

Duh, Ibu Berjilbab Tewas Tersambar KA

Menurut Eko, korban ditabrak KA Panataran, yang baru berangkat dari Stasiun Kota Blitar, menuju Stasiun Gubeng, Surabaya, melalui Kota Malang.

Duh, Ibu Berjilbab Tewas Tersambar KA
nydailynews
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Seorang ibu yang diperkirakan berusia 48 tahun, tewas tersambar kereta api saat melintas di tepi rel Kereta Api (KA), yang ada dii Jl Sumatera, Lingkungan Dongki, Kelurahan/Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Minggu (24/1) pukul 05.05 WIB.

Belum diketahui penyebabnya, apakah korban bunuh diri atau murni kecelakaan.

Namun, Rio Agus Setiawan (38), masinis KA Panataran dengan nomer lokomotif CC 2017709, mengaku sudah berkali-kali mengklaksonnya. Namun, korban tetap berjalan dan tak menjauh dari rel KA tersebut. Saat ini, mayat korban masih berada di kamar mayat RSUD Mardi Waluyo, karena tak beridentitas.

"Bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, silakan menghubungi polsek terdekat. Sebab, korban saat ditemukan tak beridentitas," kata AKP Eko Suryadi, Kasubag Humas Polres Blitar Kota.

Menurutnya, korban memiliki ciri-ciri, di antaranya, memakai daster bermotif batik hitam, berjilbab dengan warna putih, sandal japit merek swallow warna putih. Sementaraa ciri fisiiknya, di antaranya, bertubuh gemuk, kulit putih, rambut sebahu, dengan usia sekitar 48 tahun. Sepintas, ia seperti warga setempat, yang sedang jalan pagi.

Saat kejadian itu, di TKP masih sepi karena masih gelap. Sementara, korban berjalan sendirian, dari arah barat atau sekitar 300 meter arah timur Stasiun KA Kota Blitat. Mayat korban ditemukan warga kelurahan setempat, Sutiati (69).

"Saat itu, ia (Sutiati) sedang menunggu penjual sayur. Namun, ia melihat ada orang tergeletak di tepi rel, dengan penuh luka. Bahkan, darahnya masih mengalir dari hidungnya," paparnya.

Menurut Eko, korban ditabrak KA Panataran, yang baru berangkat dari Stasiun Kota Blitar, menuju Stasiun Gubeng, Surabaya, melalui Kota Malang.

"Dari keterangan masinisnya, dirinya sudah mengklakson berkali-kali, namun korban tetap berjalan di tepi rel," pungkasnya.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved