Malang Raya
Sendra Tari Calon Arang Bikin Penonton Menangis
Sendra tari itu ditampilkan oleh 50 orang yang terdiri dari pemusik, sinden, dan penari.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
Minggu (24/1/2016) sore agenda rombongan penari itu sebenarnya ke Kota Batu untuk berwisata. "Tetapi diminta mengisi acara di sini, kami setuju karena ini sekaligus untuk sharing ilmu," ujar Heri.
Sendra tari kisah Calon Arang itu dibuka dengan penampilan tari Gedrukan. Kemudian cerita tari mengalir dari kehidupan rakyat Daha, kegalauan sang raja, pernikahan Mpu Bahula dan Ratna Manggali, hingga pertarungan Mpu Barada dan Calon Arang.
Semua dilakoni dalam tarian yang luwes tetapi kuat. Penampilan apik selama 45 menit itu tidak membuat penonton beranjak. Bahkan anak-anak terlihat maju sampai di dekat para pemain gamelan.
Mereka yang menonton sebagian besar adalah anak-anak yang mengikuti uji pentas oleh sanggar tari Senaputra. Orang tua anak-anak juga turut serta. Sendra tari itu menjadi penutup sekaligus penampilan tamu dalam uji pentas yang diadakan setiap enam bulan sekali itu.
"Tentu saja kami senang dan bangga karena mendapatkan penampilan tamu dari anjungan TMII. Penampilan mereka tentunya menjadi pelajaran bagi anak didik di Senaputra," ujar Ketua sanggar tari Senaputra, Anny Kusuma Wardani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tari_20160124_192803.jpg)