Malang Raya

Duh Kasihan, Petani Tewas Setelah Disambar Petir di Sawah

"Pada saat korban (Sapari) bersama Sunarto dan Karsaji sedang membersihkan jerami di sawah, turun hujan disertai petir,"

Duh Kasihan, Petani Tewas Setelah Disambar Petir di Sawah
Tribunnews.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Satu lagi seorang petani di Kabupaten Tuban meninggal dunia setelah tubuhnya disambar petir. Petani itu bernama Sapari (56) warga Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Sambaran petir itu membuat tubuh Sapari jatuh ke bumi seketika. Peristiwa itu berlangsung pada hari Rabu (27/1/2016) sekitar pukul 17.00 pada saat Sapari sedang membersihkan jerami di tanah sawahnya di Desa Sandingrowo.

Kepastian meninggalnya Sapari akibat sambaran petir setelah pihak Polsek Soko memintai keterangan dari dua saksi warga yang saat itu juga sedang berada di sawah bersama Sapari. Mereka adalah tetangga Sapari, yaitu Sunarto (43) dan Karsaji (35).

“Menurut keterangan dari kedua saksi, pada saat korban (Sapari) bersama Sunarto dan Karsaji sedang membersihkan jerami di sawah, turun hujan disertai petir. Kemudian, pada saat bersamaan korban tersambar petir dan meninggal dunia di lokasi,” terang AKP Suparan Hanafi, Kapolsek Soko kepada suryamalang.com, Kamis (28/1/2016).

Suparan menambahkan, setelah mengetahui Sapari meninggal dunia, Sunarto dan Karsaji melaporkan kepada aparat desa setempat. Tak lama kemudian, beberapa warga berbondong-bondong menuju ke lokasi lalu membawa tubuh Sapari yang memiliki tinggi 168 centimeter dan berat badan 60 kilogram itu ke rumahnya.

“Setelah diperiksa oleh Bidan Puskesmas Soko bernama Sri Wahyuni, ditemukan luka bakar atau gosong pada dahi Pak Sapari,” katanya.

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved