Kamis, 16 April 2026

Malang Raya

Alasan Wali Kota Eddy Rumpoko Tolak Pendirian Pabrik di Batu

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bergeming menolak masuknya pendirian pabriki ke wilayah Kota Batu.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
kompasiana
Eddy Rumpoko. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bergeming menolak masuknya pendirian pabriki ke wilayah Kota Batu. Hal itu dilakukan untuk menjaga wilayah Kota Batu tetap alamiah dengan pengembagngan usaha wisata dan pertanian.

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko mengatakan, sejak delapan tahun lalu ketika dirinya mengawali menjabat sebagai Wali Kota Batu cukup banyak yang berusaha mengajukan pendirian pabrik. Umumnya, perusahaan-perusahaan besar dari Surabaya dan Jakarta cukup berminat membangun dan mendirikan pabrik di Kota Batu.

"Pengajuan izin itupun tidak ada yang saya setujui. Karena saya ingin wilayah Batu biarlah berkembang secara alamiah sebagai wisata dan pertanian," kata Eddy Rumpoko, Jumat (29/1).

Mungkin, menurut Eddy Rumpoko, bila izin mendirikan pabrik di wilayah Kota Batu disetujui maka sekarang ini tidak lagi bisa melihat pemandangan alam lereng gunung Arjuno yang cukup indah. Demikian juga dengan usaha pertanian di wilayah Kota Batu yang ada di lereng pegunungan Arjuno dipastikan sudah hilang semuanya.

Yang ada hanyalah bangunan pabrik yang berdiri megah diberbagai lokasi di Kota Batu. Dan itupun dipastikan akan membuat kondisi Kota Batu tidak lagi sejuk dan dingin seperti sekarang ini.

"Jadi, keputusan kami menolak pendirian Pabrik di Kota Batu saat ini bisa dirasakan manfaatnya. Batu masih sebagai wilayah yang alamiah dengan udara sejuk dan dingin. Dan usaha pertanian dari warga Kota Batu bisa berkembang pesat dengan hasil yang sampai menembus pasar ekspor," ucap Eddy Rumpoko.

Memang, diakui Eddy Rumpoko, sejak awal pihaknya melihat potensi wisata dan pertanian di Kota Batu cukup besar. Dimana dengan modal kekayaan alam berupa udara sejuk dengan ketinggian wilayah diatas 1.000 meter dari permukaan laut (dpl) dan banyak lokasi wisata alam membuat pihaknya bertekad mengembangan potensi yang sudah ada.

Artinya, Kota Batu tidak diharapkan bisa berkembang pesat dengan adanya pabrik dan industri.

"Atas pemikiran itulah, kami menolak semua perizinan pendirian pabrik besar disini. Dan biarlah pabrik itu berdiri di Mojokerto, Pasuruan, Surabaya, dan lainya yang sudah ada terlebih dahulu. Kota Batu tidak perlu ikutan menjadi kawasan pabrik besar," tandas Eddy Rumpoko yang enggan menyebut sejumlah perusahaan yang berminat mendirikan pabrik besarnya di wilayah Kota Batu.

Sikap tegas Wali Kota Batu yang bersikukuh menolak masuknya pabrik didukung DPRD Kota Batu. Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Batu, Hari Danah Wahyono, Kota Batu yang kini sebagai Kota Wisata dan Kota Pertanian harus bisa dipertahankan.

Potensi wisata dan pertanian yang ada sebisa mungkin dilindungi sampai kapanpun. Dengan demikian wilayah Kota Batu biarlah berkembang secara alamiah dengan usaha pariwisata dan pertanianya.

"Untuk itu, kami dukung keputusan Pak wali kota yang menolak setiap pengajuan izin mendirikan pabrik di Kota Batu tanpa terkecuali," kata Hari Danah Wahyono.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved