Karya Anak Bangsa

Unik, Sarjana Pertanian ini Jualan Buah-buah 'Raksasa'

“Yang paling besar mangga mahatir. Itu varietas baru yang saya jual. Dua hari lalu buah pertamanya saya unduh. Beratnya sekitar 4,25 kilogram..."

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Aji Bramastra
istimewa
Cahyaning Tri Gunastri menunjukkan mangga mahatir petama yang sukses ia panen untuk pertama kalinya di kebun miliknya. Berat buah itu setelah dipetik sekitar 4,25 kilogram. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Cahyaning Tri Gunastri mulai menekuni bisnis penjualan bibit dan buah sejak 2014. Sejak awal ia memang berkonsentrasi untuk mengembangkan varietas buah impor berukuran jumbo.

Alasannya menjual bibit dan buah lokal sudah terlalu lumrah. Hasilnya, dari sekitar 300 macam bibit buah yang ia jual saat ini, hampir separohnya adalah buah “raksasa” yang bibit asalnya berasal dari luar negeri.

Di kebun seluas sekitar dua hektare (ha) di Jalan Angkawijaya Buton, Kelurahan Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, sembilan pegawai sibuk merawat ratusan tanaman yang tertata rapi.

Siang itu, Sabtu (30/1/2016), beberapa calon pembeli berkeliling mencari bibit tanaman untuk dibawa pulang. Saat itu, stok beberapa jenis buah sedang tak banyak.

Karena itu, sebagaian besar calon pembeli berkeliling untuk mencari bibit saja.

“Sedang bukan musimnya. Mangga sedang tidak musim, jambu air juga, buah-buah yang banyak dicari pembeli. Kalau cempedak dan srikaya, memang sedang berbuah,” kata Cahyaning Tri Gunastri, sang pemilik kebun.

Tiga jenis buah yang ia sebut adalah yang paling sering dicari pembeli karena ukurannya yang besar. Nana, sapaan akrabnya, tak menerapkan teknologi rekayasa genetik.

Buah-buah itu tampak lebih besar karena termasuk varietas jumbo asli luar negeri. Sebagai contoh, Nana menjual tiga jenis mangga, yakni mangga mahatir asal Malaysia, mangga kio jay asal Thailand, dan mangga red emperor asal Taiwan.

“Yang paling besar mangga mahatir. Itu varietas baru yang saya jual. Dua hari lalu buah pertamanya saya unduh. Beratnya sekitar 4,25 kilogram (kg). Karena yang pertama, tidak saya jual. Saya makan bersama orang-orang yang bekerja di sini,” kata Sarjana Pertanian lulusan tahun 1994 itu.

Setelah pohon yang ada menghasilkan buah berikutnya setelah memasuki masa panen, buah yang akan dijadikan andalan jualan itu akan dipasarkan.

Sementara untuk dua jenis mangga jumbo yang lain, Nana bilang, sudah lama dijual pada para pelanggan. Ia menjelaskan, ukuran mangga mahatir sebenarnya bisa mencapai lima kg per biji. Sementara dua mangga lain besar maksimalnya sekitar dua kg.

Selain itu, Nana juga menjual bibit dan buah srikaya jumbo asal Australia yang beratnya rata-rata mencapai satu kg, serta cempedak king asal Malaysia yang beratnya bisa mencapai 11 kg per buah.

Khusus buah yang terkahir disebut, dua hari sebelumnya ia baru saja memanen sebuah ukuran paling besar. Buah itu dibeli oleh pelanggan asal Jakarta seharga Rp 100.000.

“Biaya kirimnya yang lebih besar, yaitu Rp 500.000. Langganan saya itu memang fanatik dengan cempedak jumbo. Kalau saya panen, dia langsung saya hubungi,” cerita dia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved