Malang Raya

Di Sekitaran Jl Trunojoyo Kota Malang Layak Dibangun Jalan Bawah Tanah, Tapi

Kepala Bidang Tata Kota Bappeda Kota Malang M Anis Januar menjelaskan, pembangunan underpass memungkinan berdasar dua pertimbangan utama

Di Sekitaran Jl Trunojoyo Kota Malang Layak Dibangun Jalan Bawah Tanah, Tapi
Google
Logo Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pembangunan underpass di Jalan Trunojoyo, Kota Malang, memungkinkan secara teknis. Kondisi tanah dan bangunan di sekitar lokasi memungkinkan untuk dibangun jalan bawah tanah itu. Sementara dari kondisi ekonomi dan sosial, keberadaan underpass masih perlu dipertimbangkan.

Itulah hasil kajian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang terkait rencana pemerintah kota merealisasikan pembangunan underpass Trunojoyo untuk mengurai kemacetan di Kota Malang. Hasil kajian tim ahli itu menyimpulkan bahwa pembangunan underpass bisa dimulai asal dengan pertimbangan ekonomi dan sosial yang matang.

Kepala Bidang Tata Kota Bappeda Kota Malang M Anis Januar menjelaskan, pembangunan underpass memungkinan berdasar dua pertimbangan utama. Pertama, karena PT Kereta Api Indonesia tak memiliki lahan parkir yang cukup. Karena itu, pembangunan underpass bisa asal tak menggunakan lahan yang saat ini dipakai untuk parkir.

“Tempat parkir akan tetap dijadikan lokasi berhenti penumpang yang akan naik ataupun turun dari kereta. Dan dari berbagai aspek, hal tersebut memungkinkan,” katanya.

Kedua, karena jarak antara stasiun dan Taman Trunojoyo cukup dekat. Dengan begitu, pembangunan underpass nantinya tidak akan menganggu proses berpindahnya orang dari stasiun menuju ke taman dan sebaliknya. Anis bilang, pembangunan underpass yang jika terlaksana akan memakan waktu lama juga akan tetap aman bagi pengguna jalan.

Dari hasil kajian itu, Bappeda juga mulai merancang beberapa program yang akan mendukung realisasi underpass. Contohnya, yakni pembangunan malang art galery dan museum malam. Underpass itu nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan dan inforamsi ke-tatakota-an.

“Sebenarnya, hasil itu menunjukkan harus dibangun atau tidak, masih 50:50. Sekarang PR kita adalah menyelesaikan kajian secara ekonomi dan sosial. Serta mengenai kajian kebijakan. Rencananya, ini akan kami mulai pada 2016,” katanya.

Rencana pembangunan underpass Trunojoyo mencuat tahun lalu. Pemkot berharap, pembangunan jalan itu akan mengurangi macet secara signifikan. Pasalnya, Pemkot menengarai kemacetan di daerah itu karena tumpukan kendaran yang padat dan lalu lalang masyarakat pengguna angkutan kereta.

Rencananya, Pemkot akan menggandeng perusahaan penyedia CSR untuk membangun underpass itu. Estimasi dana yang diperlukan sekitar Rp 100 juta. Underpass itu juga akan difungsikan sebagai tempat penjualan produk usaha kecil menengah (UKM). Pemkot berarap, hal itu akan meningkatkan ekonomi masyarakat juga.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved