Rabu, 6 Mei 2026

Blitar

Banjir, Empat Sekolah Diliburkan, Ratusan Warga Enggan Mengungsi

Selain masuk ke rumah warga, banjir juga menggenangi SDN Sutojayan 2, SDN Sutojayan 3, dan SDN Sutojayan 4. Jarak antarsekolah sekitar 1 km. Akibatnya

Tayang:
Penulis: Imam Taufiq | Editor: musahadah
surya/imam taufiq
Banjir kembali menerjang beberapa kampung, di Kelurahan/Kecamatan Sutojayan. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Banjir kembali menerjang Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Rabu (3/2/2016).

Jika banjir Senin (18/1/2016) lalu, hanya menimpa 80 kepala keluarga (KK), kini lebih luas, sekitar  200 KK.

Hingga Rabu (3/2) siang, air belum surut. Sejumlah rumah warga masih digenangi air. Malah ketinggian air di jalan-jalan kampung setinggi lutut sampai pinggang orang dewasa, sehingga membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak.

Ketinggian air yang masuk ke rumah warga tak sama. Di rumah yang jauh dari Kali Kedut Unut, ketinggian air hanya setumit.

Namun, untuk rumah yang dekat kali, ketinggian air sepaha orang dewasa.

Seperti rumah Tukinem (48), warga Lingkungan Blimbing, Kelurahan Sutojayan, yang rumahnya berjarak sekitar 50 meter.

"Lihat sendiri, pak, air masih belum surut di dalam rumah. Padahal, rumah kami ini sudah saya tinggikan dibanding rumah lainnya. Itu karena banjir kali ini lebih parah," tutur Tukinem sambil membersihkan rumahnya.

Menurutnya, air mulai masuk ke rumah warga, sejak Selasa (2/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, seharian memang hujan.

"Untungnya, tadi malam, air tak sampai.setinggi tempat tidur, sehingga kami tidur masih aman-aman saja," paparnya.

Selain masuk ke rumah warga, banjir juga menggenangi SDN Sutojayan 2, SDN Sutojayan 3, dan SDN Sutojayan 4. Jarak antarsekolah sekitar 1 km. Akibatnya, Rabu pagi itu, siswanya diliburkan.

Anak-anak SD ini bukannya berdiam diri di dalam rumahnya masing-masing, tetapi asyik bermain di tengah banjir. "Kami sudah biasa kebanjiran pak, ya nggak takut. Enak, kami bisa main," tutur Auliyah, siswi kelas 5 SD ditemui saat kejar-kejaran di tengah banjir yang menerjang kampungnya.

Meski banjir kali ini lebih besar dibandingkan banjir dua minggu lalu, namun sekitar 200 KK yang rumahnya kemasukkan air, enggan diungsikan ke kantor kelurahan setempat. Kali ini, warga memilih tetap tinggal di rumahnya masing-masing.

"Mending di rumah saja, toh di kantor kelurahan, kami hanya diam saja. Malah, kami kepikiran terus, karena meninggalkan rumah dan barang-barang lainnya, termasuk hewan peliharaan," ujar Ny Waginten (50), warga Lingkungan Blimbing.

Menurutnya, warga enggan mengungsi itu karena sudah terbiasa jadi langganan banjir tiap tahun. "Yang penting, kami masih bisa masak karena air yang masuk ke dapur hanya setumit," ujarnya.

Sugeng, Lurah Sutojayan, mengatakan, kampungnya memang sudah jadi langganan banjir tiap tahun atau tiap musim penghujan.

"Kami sudah menghimbau warga, agar mengungsi. Namun, mereka tak mau, ya sudah. Masak, kami harus memaksanya," ungkap Sugeng.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved