Breaking News:

Surabaya

Mal Jongkok di Surabaya ini Sediakan Barang Merk Internasional, Harga di Bawah Rp 100.000

Mau mencari segala merek apa pun ada di sentra PKL pakaian bekas ini. Karena semua barang branded, orang Surabaya menyebutnya mal Sogo Jongkok.

surya/nuraini faiq
Suasana PKL pakaian bekas di Jalan Gembong yang dikenal dengan Mal Sogo Jongkok, Rabu (3/2/2016). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Deretan PKL berjajar ramai di Jalan Gembong, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Rabu (3/2/2016).

Ada sekitar 30 penjual pakaian bermerek internasiinal (branded) dijual sangat murah.

Baju dijual rata-rata Rp 35.000, sedangkan celana atau jaket Rp 50.000. Mau mencari segala merek apa pun ada di sentra PKL pakaian bekas ini. Karena semua barang branded, orang Surabaya menyebutnya mal Sogo Jongkok.

Sogo karena pakaian yang dijual bermerek, tapi bekas. Jongkok karena cara penjual dan pembelinya melayani dan menerima dengan jongkok. Aktivitas jual beli pakaian bekas di situ sudah berlangsung puluhan tahun.

"Saya melanjutkan usaha kakek dan bapak saya. Sejak kecil saya sudah membantu dan sekarang melanjutkan jualan," ucap Tohir, salah satu penjual pakaian bekas, Rabu (3/2/2016).

Saking terkenalnya, hampir semua orang Surabaya tahu dengan sentra pakaian bekas itu. Bahkan, Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji pun tergoda melihat aktivitas di Sogo Jongkok itu.

"Setelah saya ngobrol, dulu belum ada tenda atau kios. Semua penjual dan pembeli doprok atau jongkok kalau mau traksaksi. Namun saya datang ke sini tentu bukan untuk beli," ujar Armuji sambil terkekeh.

Sebagai wakil rakyat, Armuji ingin mendengar suara dan keingingan para pedagang pakaian bekas yang sudah berpuluh-puluh tahun menggantungkan hidupnya di Jalan Gembong. Dia juga membawa misi agar para PKL pakaian bekas itu bisa dipindah ke sentra khusus agar tak mengganggu fasilitas umum.

Meski berada di gang, bukan jalan utama, kondisinya tak sesemrawut PKL di Jalan Kapasari. Namun saat jam berangkat kerja dan pulang kantor, keberadaan mereka mengganggu penghuni kampung di situ. Kendaraan mau masuk tidak bisa.

Menurutnya, keberadaan PKL di sepanjang Jalan Kapasari tak bisa ditoleransi lagi. Di jalan beraspal ini, ada puluhan pedagang yang berjualan ngawur di atas trotoar. Kadang Satpol menertibkan. Setelahnya kembali lagi.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved