Surabaya

Jangan Panik, Virus Zika Bisa Dilawan dengan Bahan-Bahan Alami Ini!

Menurut peneliti Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga, Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom MS, virus zika bisa diatasi dengan...

Penulis: sulvi sofiana | Editor: musahadah
kompas.com
Nyamuk pembawa virus zika. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Masyarakat tak perlu resah dengan merebaknya virus zika di sejumlah negara, terutama di negara-negara kawasan Amerika Latin.

Menurut peneliti Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga, Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom MS, virus zika bisa diatasi dengan menambah kekebalan tubuh dan memperkuat sistem imun. Di antaranya, mengonsumsi rimpang temulawak dan kunyit.

“Kalau vaksin virus zika memang belum ada, jadi harus menjaga kekebalan tubuh dulu agar tidak terjangkit,” terangnya, Rabu (3/2).

Nidom juga mengungkapkanm, pihaknya menerima berbagai sampel darah dari berbagai wilayah, tidak terbatas Jawa Timur. Pengujian sampel darah ini tidak terbatas pada virus zika, melainkan juga pada AIDS, malaria, atau penyakit lainnya.

“Virus zika ini bukan penyakit strategis, belum ada penelitian juga yang membuktikan apa (virus ini) mengecilkan ukuran kepala janin. Jadi tidak perlu khawatir,” paparnya.

Larang ke Amerika Latin

Pemerintah akhirnya mengeluarkan peringatan untuk tidak bepergian ke luar negeri terutama  kawasan Amerika Latin, menyusul mewabahnya virus Zika.

"Kami berikan travel advisory pada warga yang mau ke Amerika Latin, terutama ibu hamil trimester pertama," ujar Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu.

Menurut Menkes meski tidak menular dari sentuhan tubuh, virus ini bisa menyebar melalui nyamuk aedes aegypti. Karena itu, pemerintah juga mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar senantiasa membersihkan lingkungan di sekitar rumah.

"Kami minta masyarakat buat satu juru pemantau jentik di setiap rumah. Bergotong-royong," kata Nila.

Sebelumnya, di dalam rapat terbatas, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan agar semua pintu masuk ke Indonesia pengawasannya ditingkatkan. "Tingkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk negara, kemungkinan vektor dibawa dari negara-negara yang terkena wabah virus zika," kata Presiden.

Virus zika yang ditularkan melalui perantara nyamuk, kini sudah menyebar ke 27 negara. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merilis 27 negara itu sebagian berada di Amerika Latin.

Antara lain Samoa, Barbados, Bolivia, Brasil, Tanjung Verde, Republik Dominika, Ekuador, El Salvador, Kolombia, Kosta Rika, Curacao, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Meksiko, Martinique, Nikaragua, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Samoa, Suriname, Pulau Virgin, dan Venezuela.

Sementara itu, virus zika diduga sudah lama masuk ke Indonesia namun sejauh ini kasusnya masih rendah.

Kepala Unit Dengue Lembaga Eikjman Tedjo Sasmono mengatakan tidak terdeteksinya serangan virus zika bisa disebabkan teknologi dan sumber daya manusia di Indonesia untuk mendeteksinya masih terbatas. Selain itu, ada kemungkinan kemampuan virus ini menyebar di Indonesia tidak semasif dengue.

Sejalan dengan penetapan darurat global, salah satu dampaknya adalah membuka akses pendanaan pada pencarian obat atau vaksin virus zika meski dibutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Virus zika pertama kali ditemukan di Uganda pada 1947. Virus itu memiliki dua tipe, yaitu Asia dan Afrika. Kini, secara masif virus itu merebak di Amerika Latin.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved