Senin, 27 April 2026

Surabaya

Karya Arek Suroboyo Menangi Sayembara Gambar Ulang Logo Asian Games 2016

"Ini agar menarik perhatian anak-anak. Ujung-ujungnya, mereka tertarik berolahraga, dan punya perhatian terhadap Asian Games,"

Penulis: Aji Bramastra | Editor: Aji Bramastra
montase/google, kreavi.com
Drawa yang diperkenalkan Kemenpora dan Drawa versi pemenang sayembara Kreavi. Bagus mana? 

SURYAMALANG.COM - Hendi Setiawan (32), desainer grafis asal Surabaya, berhasil memenangkan sayembara gambar ulang logo Asian Games (AG) 2016, yang diadakan oleh Kreavi, sebuah situs jejaring sosial desainer dan pelaku industri kreatif Indonesia.

Gambar Drawa, alias burung Cendrawasih maskot AG 2016 versi Hendi, menyisihkan ratusan maskot karya peserta lain di sayembara ini.

Sayembara oleh Kreavi ini memang bukan diselenggarakan oleh Kemenpora, dan belum tentu menggantikan maskot Drawa yang sudah diperkenalkan Kemenpora sebelumnya.

Meski demikian, Hendi mengaku senang karyanya sudah diapresiasi masyarakat, terlebih bila bisa memberikan ide dan sumbangsih kepada Kemenpora.

"Saya dengar pihak Kreavi akan mengusulkan logo-logo pemenang ke pemerintah. Tapi ya itu terserah saja. Saya tentu senang dan bangga kalau memang logo itu dipakai di Asian Games betulan," ujar Hendi, kepada suryamalang.com, Rabu (17/2/2016).

Asal tahu saja, maskot dari Drawa yang sudah diperkenalkan Kemenpora pada Desember 2015, mendapat banjir kritik dan 'bully' dari khalayak umum, termasuk kalangan pelaku industri kreatif.

Logo Drawa yang diperkenalkan Kemenpora, dianggap tak layak digunakan di ajang pesta olah raga internasional sekelas Asian Games.

Apalagi, Indonesia dikenal sebagai gudangnya tenaga desainer grafis papan atas.

Menpora Imam Nahrawi sendiri langsung menyatakan akan merevisi maskot Drawa, setelah menerima hujan kritik.

Mengenai maskot karyanya, Hendi mengatakan Drawa versinya menggambarkan burung Cendrawasih yang masih anak-anak.

"Ini agar menarik perhatian anak-anak. Ujung-ujungnya, mereka tertarik berolahraga, dan punya perhatian terhadap Asian Games," sebut Hendi.


Hendi Setiawan.

Hendi sendiri memang dikenal sebagai desainer grafis profesional.

Ia sehari-hari bekerja sebagai tenaga lepas illustrator, tutor ilustrasi, dan asisten dosen di Universitas Petra Surabaya.

Jadi, bagus mana Drawa versi Kemenpora dengan versi Hendi? (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved