Selasa, 14 April 2026

Kediri

Ya Allah, Berilah Kesembuhan! Bocah di Kediri Mengidap Tumor, Kondisinya Makin Parah

Kondisi Ahmad Rehan Noviandika (9) bocah penderita tumor semakin memprihatinkan

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Kondisi Ahmad Rehan Noviandika penderita tumor saat didatangi perawat di rumahnya, Rabu (24/2/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Kondisi Ahmad Rehan Noviandika (9) bocah penderita tumor semakin memprihatinkan. Malahan saat didatangi tim kesehatan dari lembaga amal ditemukan luka menganga di bagian pahanya, Rabu (24/2/2016).

Ahmad Rehan Noviandika merupakan putra kedua dari pasangan Sugianto (47) dan Umi Latifah (43) warga Dusun Paras, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Sudah sekitar 9 bulan Rehan menderita pembengkakan akibat tumor di kaki kanannya.

Malahan dari area paha yang terkena tumor mulai menebarkan bau tidak sedap atau karena mulai terjadi pembusukan. Tumor itu menyerang bagian kaki, paha hingga pantat Rehan. Pantatnya membengkak sebesar bola voli.

Untuk mengobati Rehan, lembaga amal yang datang ke rumahnya membawa perawat untuk mengganti perban pembungkus luka. Saat diperiksa itulah ketahuan jika ada areal luka berlubang sedalam kurang lebih 5 cm. Dari lukanya juga telah mengalami pembusukan.

Rizky dari lembaga amal menyebutkan, telah melakukan perawatan penggantian perban penderita. Selain itu dilakukan terapi infrared, ozon dan memberikan nutrisi.

Semenjak menderita penyakit tumor, Rehan dalam keseharian hanya dapat duduk sambil tengkurap. Sementara tubuhnya yang terkena tumor terus mengalami pembengkakan.

Rehan sejak menderita sakit sudah tidak masuk sekolah lagi. Anak ini terakhir duduk di bangku kelas 3 SD.

Menurut keterangan orangtuanya, penyakit yang diderita Rehan bermula saat terjatuh waktu bermain di kolam renang. Setelah kejadian itu, Rehan mengaku pinggulnya terasa sakit saat berjalan.

Malahan sakitnya bertambah parah karena Rehan tidak bisa buang air kecil maupun buang air besar. Orangtuanya kemudian membawa ke RSUD Gambiran.

Dari hasil diagnosa dokter, Rehan harus menjalani terapi syaraf secara rutin. Namun terapi itu tidak berlangsung rutin karena kesibukan ibunya merawat anak ketiganya yang masih bayi.

Sehingga penyakit Rehan menjadi kambuh dan berubah menjadi tumor. Sejak saat itu karena keterbatasan ekonomi, orangtuanya hanya mengobatkan anak ke alternatif.

Terakhir Ahmad Rehan sempat dirawat di RSUD Pare. Namun karena keterbatasan biaya, orangtuanya membawa pulang paksa anaknya untuk dirawat di rumahnya.

Sementara Umi Latifah mengaku meski memiliki kartu berobat BPJS yang dibiayai pemerintah, namun sudah tidak punya biaya lagi untuk wira-wiri menunggu anaknya dirawat di rumah sakit.

Sepeda motor dan meja kursi miliknya juga telah dijual untuk membiayai pengobatan anaknya.

Sugianto malahan sudah tidak bisa berjualan bakso lagi karena tidak memiliki sepeda motor lagi. Keluarganya mengaku pasrah dan berharap ada dermawan yang membantu pengobatan anaknya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved