Jumat, 17 April 2026

Malang Raya

Empat Nyawa Pasien DBD Meninggal, Ini Langkah Dinas Kesehatan Kabupaten Malang

“Kami masih melakukan pelacakan ke rumah korban. Karena belum dipastikan antara DD (demam dengue) atau DBD (demam berdarah dengue),”

Penulis: David Yohanes | Editor: fatkhulalami
Tribunnews.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menewaskan empat pasien di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kasus terbaru, seorang pasien asal Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan meninggal pada Rabu (25/2/2016).

Menurut Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Bersumber Binatang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Lulus Condro Trikoratno, informasi tersebut sudah masuk ke pihaknya. Namun belum diketahui kepastiannya.

“Kami masih melakukan pelacakan ke rumah korban. Karena belum dipastikan antara DD (demam dengue) atau DBD (demam berdarah dengue),” terang Lulus, Jumat (26/2/2016).

Namun menurut informasi dari Puskesmas Sumbermanjing Wetan, korban meninggal karena DBD. Selain korban tersebut, pada saat yang bersamaan ada banyak pasien dirawat dengan gejala yang sama.

Korban memang datang dalam kondisi terlambat, sehingga tidak tertolong lagi. Kematian korban asal Sumbermanjing Wetan tersebut menjadi yang ke-4. Sebelumnya sudah ada tiga pasien DBD yang meninggal dunia.

“Saya tidak hafal dari mana saja (korban). Tapi seingat saya ada yang dari Turen,” ungkap Lulus.

Jumlah pasien DBD di Kabupaten Malang cukup tinggi. Selama Januari dan Februari saja ada 184 pasien. Mereka tersebar di 33 Kecamatan di seluruh Kabupaten Malang.

“Jumlah pasiennya banyak, karena wilayah kita juga sangat luas,” tambah Lulus.

Untuk mengatasi serangan DBD ini, Dinas Kesehatan telah melakukan koordinasi hingga ke tingkat desa. Lulus menginstruksikan, jika ada pasien dengan gejala panas tinggi agar segera dilarikan ke Puskesmas. Langkah ini untuk mengantisipasi agar tidak ada pasien DBD yang terlambat ditangani.

“Jangan sampai terjadi lagi, pasien sudah keadaan terlambat baru dibawa ke puskesmas. Kalau sudah begitu sangat beresiko,” tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved