Senin, 18 Mei 2026

Jendela Dunia

Kalian Masih Bisa Bernafas Secara Gratis? Berbahagialah! Sebab, Di Sini Bernafas Saja Harus Membayar

warga rela merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk menghirup udara segar selama beberapa detik saja

Tayang:
Penulis: Eko Darmoko | Editor: eko darmoko
Daily Mail/Aethaer
Karyawan Aethaer sedang memgumpulkan udara segar 

SURYAMALANG.COM, INGGRIS – Bernafas adalah kebutuhan paling pokok bagi manusia, dan bagi mahkluk hidup lainnya.

Udara segar anugerah Sang Pencipta adalah aset berharga.

Tapi bagaimana jika kita tidak bisa menghirup udara segar secara bebas, artinya kita harus membelinya?

Berbahagialah kalian yang bisa bernafas—menghirup udara segar—secara gratis!

Di Beijing dan Shanghai, Tiongkok, warganya harus membeli udara segar untuk bernafas.

Udara segar ini diimpor dari Eropa.

Leo De Watts (27), pria asal Gillingham, Inggris membuka ‘bisnis’ baru: menjual udara segar ke Tiongkok.

udara segar

Udara segar ini didapat Leo dari sebuah pedesaan di Dorset, Somerset, Wales, Wiltshire dan Yorkshire.

Dikutip SURYAMALANG.COM dari Daily Mail belum lama ini, untuk satu botol berisi udara segar, Leo menjualnya seharga 80 Pound Sterling atau setara dengan Rp 1,5 juta.

Meskipun harga ini terbilang mahal untuk ‘barang’ berupa udara segar, toh warga Beijing dan Shanghai mau membelinya.

Ya, selama ini, Beijing dan Shanghai dikenal sebagai wilayah di Asia yang paling tercemar dengan tingkat polusi tertinggi oleh asap.

Bagaimana cara Leo dan rekan-rekannya ‘menjaring’ udara segar ini untuk dimasukkan ke dalam botol?

Leo dan timnya menaruh botol yang sudah dirancang khusus sedemikian rupa, kemudian botol ini di pasang di tempat tinggi sambil berjalan di lingkungan pedesaan.

Mereka kemudian membiarkannya terbuka hingga 10 menit untuk menangkap aroma daerah ini, serta memastikan tidak ada rumput atau kotoran masuk ke dalam penjaringan.

Hanya berjalan beberapa minggu, ‘bisnis sinting’ yang dijalankan Leo ini mampu meraih ribuan Pound Sterling.

Produknya laris manis di pasaran Tiongkok.

Sungguh di luar nalar, warga Tiongkok rela merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk menghirup udara segar selama beberapa detik saja.

Ide bisnis gila ini didapat Leo ketika menerap di Hong Kong, yang berdekatan dengan Tiongkok.

Di sini, ia merasakan bahwa udara tidak sesegar seperti di belahan bumi lainnya.

"Saya akan mengatakan secara keseluruhan bahwa udara di Dorset beraroma seperti laut, seperti angin mengalir sampai Pantai Jurassic dan atas padang rumput yang subur,” kata Leo.

Sedangkan di lembah-lembah Yorkshire, udara cenderung beraroma flora (tumbuhan).

"Kami pergi ke puncak bukit, mengumpulkan udara, dikemas dalam botol, dikirim ke Dorset dan kemudian langsung ke Tiongkok,” ucapnya.

Beijing, Zhuhai, dan Shanghai sebenarnya sudah mengimpor udara segar dari Kanada, namun Leo tetap dipercaya menjadi ‘penjual’ udara segar di Tiongkok.

Perusahaan Leo yang menjual udara segar ini dinamai Aethaer, yang berasal dari bahasa Yunani kuno yang artinya ‘udara segar nan murni’.

Ya demikianlah, jika Anda tidak ingin membayar untuk sekedar bernafas, maka Anda harus menjaga lingkungan sekitar Anda dengan baik-baik.

Sebab, udara adalah harta karun dan warisan yang sangat berharga bagi anak cucu kita nanti.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved