Malang Raya
Dua Bulan, Tujuh Plengsengan Ambrol di Kota Malang, Ini Peringatan BPBD!
Sebagian besar plengsengan ambrol karena air sungai meluap dan menggerus tanah di sekitarnya.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat selama dua bulan terakhir sudah tujuh plengsengan di Kota Malang ambrol.
Sebagian besar plengsengan ambrol karena air sungai meluap dan menggerus tanah di sekitarnya.
Kepala BPBD Kota Malang J Hartono menghimbau agar warga yang tinggal di sekitar plengsengan empat sungai yang mengalir di kota ini waspada.
Empat sungai itu yakni Sungai Amprong, Sungai Bango, Sungai Brantas, dan Kali Metro.
Di saat seperti ini, seluruh plengsengan sungai berpotensi ambrol, tanpa peduli seberapa deras arus air yang melewatinya.
“Kami sebenarnya sudah menyusun peta rawan bencana sebagai pegangan agar warga waspada. Akan tetapi, untuk kejadian seperti di Jalan Terusan Putrayudha, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, tadi pagi, peta rawan bencana tidak bisa jadi patokan," katanya, Sabtu (27/2/2016).
Mereka yang tinggal dekat plengsengan yang kondisinya sudah mengkhawatirkan lebih baik mengungsi untuk sementara waktu sampai curah hujan kembali normal.
Pihaknya memprediksi puncak intensitas hujan tertinggi di Kota Malang pada Februari 2016. Namun, BPBD belum dapat memprediksi sampai kapan curah hujan ini berlanjut.
BPBD tak bisa memberi banyak bantuan terhadap para korban plengsengan longsor, terlebih bagi mereka yang tinggal di lahan ilegal.
Bantuan yang diberikan hanya berupa sembako. Itu pun dalam jumlah yang terbatas. “Jika bantuan perbaikan fisik, itu di luar wewenang kami,” tambah Hartono.
Ia juga menghimbau supaya warga yang melihat gejala awal plengsengan longsor segera melapor ke BPBD atau ke kelurahan setempat.
Informasi awal itu penting sebagai antisipasi dan persiapan petugas turun ke lapangan.
Pada kejadian di Terusan Putrayudha, Hartono mengatakan informasi baru didapat setelah kejadian berlangsung sekitar pukul 06.00 WIB. “Kami langsung kirim tim. Ternyata kondisi di sekitar sudah sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/plengsengan-ambrol_20160227_141850.jpg)