Blitar
Tiga Bulan Selesai Dikerjakan, Proyek Rp 800 Juta Ambrol
"Hampir semua bangunan plengsengan itu ambrol. Kejadiannya saat hujan deras. Malah saat itu, warga langsung keluar, dan melihatnya"
Penulis: Imam Taufiq | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Diduga tak kuat menahan terjangan arus sungai, plengsengan yang baru selesai dikerjakan tiga bulan lalu, ambrol. Lokasinya, di samping Jembatan Sangut, Kelurahan Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Jawa Timur.
Belum diketahui pasti penyebab ambrolnya plengsengan sepanjang 50 meter, dengan ketinggian 10 meter itu, apakah karena kualitas pengerjaannya kurang baik atau ada penyebab lain. Namun, ambrolnya plengsengan itu terjadi bersamaan hujan deras, Selasa (1/3/2016) sore lalu.
"Hampir semua bangunan plengsengan itu ambrol. Kejadiannya saat hujan deras. Malah saat itu, warga langsung keluar, dan melihatnya" tutur Saifudin (38), warga setempat.
Menurunya, memang saat itu air sungai lagi deras akibat diguyur hujan beberapa hari. Namun demikian, air sungai tak sampai meluap setinggi plengsengan. Ketinggian air saat itu hanya berkisar sekitar 1 meter sampai 1,20 meter, meski sedang terjadi hujan deras.
"Namun, kok bisa ambrol. Padahal, plengsengan itu baru selesai dikerjakan. Kemungkinan, nggak kuat menahan tekanan atau gerusan arus sungai," ujarnya.
Hermansyah Permadi, Kepala PU Bina Marga Kota Blitar mengatakan, plengsengan itu baru selesai dikerjakan pada 15 Desember 2015 lalu, dengan dianggarkan Rp 800 juta. Itu dikerjakan oleh PT MR, yang beralamatkan di Kota Blitar.
"Kami sudah mengecek ke lokasi, dan ternyata bangunan plengsengan itu hampir ambrol semua. Kami perkirakan, ambrolnya plengsengan itu akibat tergerus air sungai. Apalagi, kondisi tanahnya juga labil sehingga mudah terjadi longsor," kata Herman, Minggu (6/3/2016).
Namun demikian, menurutnya, pihaknya sudah memanggil rekanan yang mengerjakan proyek tersebut. Sebab, proyek itu masih dalam tahap perawatan atau tanggung jawab rekanan itu.
"Pihak rekanan kooperatif dan tak keberatan, untuk membangunnya kembali. Saat ini, sudah dalam proses pengerjaan. Kami menargetkan, sebulan proyek itu selesai dikerjakan," tuturnya.
Keberadaan plengsengan itu diperuntukan buat menahan tanah perengan sungai, agar tak mudah longsor. Sebab di atasnya, terdapat banyak bangunan permanen, seperti tempat pembuangan sampah ((TPS), sekolah SMP, dan rumah warga atau kampung baru. Meski demikian, tak ada korban lainnya, saat plengsengan itu ambrol ke sungai yang lebarnya 15 meter tersebut.
Hargo Bawono SH, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar, mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait ambrolnya plengsengan itu. Namun, ia baru akan mengecek ke lokasi, Senin (7/3) hari ini. Sebab, proyek itu didanai uang negara sehingga harus dilakukan pengawasan.
"Kok bisa, proyek baru dikerjakan, ambrol. Apakah karena ada dugaan kesalahan bestek atau ada penyebab lain, itu perlu diketahui penyebabnya," ungkapnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/plengsengan-ambrol_20160306_195357.jpg)