Kediri
Meriah, Umat non-Hindu di Kediri Ikut Sumbang Patung Ogoh-ogoh
Tahun ini ada 13 patung Ogoh-ogoh yang dibuat warga. Lima di antaranya merupakan buatan umat nonHindu yang ingin memeriahkan.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Perayaan Tawur Agung Kasanga menyambut Hari Raya Nyepi di Kediri semakin meneguhkan kerukunan antar umat beragama. Karena umat non-Hindu juga ikut menyumbang patung Ogoh-ogoh.
Seperti di Desa Medowo dan Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan, patung Ogoh-ogoh tidak hanya dibuat umat Hindu. Tapi warga non-Hindu juga ikut membuat patung berbentuk raksasa untuk ikut memeriahkan.
Tahun ini ada 13 patung Ogoh-ogoh yang dibuat warga. Lima di antaranya merupakan buatan umat nonHindu yang ingin memeriahkan. Selama ini masyarakat desa juga hidup rukun.
Menurut Nur Khabib salah satu warga menyebutkan, di Desa Mlancu ada 4 pura di antaranya, Pura Tirta Amertha Loka, Pura Dharma Kerti, Pura Dharma Bhakti dan Pura Wahyu Tri Bhuana.
Sementara Upacara Tawur Kasanga umat Hindu di Kota Kediri yang berlangsung di Monumen Peta juga berlangsung meriah. Ratusan umat mengikuti upacara dengan khidmat.
Usai upacara dilanjutkan dengan mengarak patung Ogoh-ogoh dari Monumen Peta ke Pura Panataran Agung Kilisuci di kawasan Gunung Klotok.
Selain menampilkan Ogoh-ogoh ukuran raksasa yang diusung orang dewasa, juga ditampilkan patung Ogoh-ogoh ukuran mini yang dibawa anak-anak.
Kegiatan ini semakin meriah karena diiringi grup kesenian Jaranan, Barongsai dan tetabuhan Baleganjur. Peserta arak-arakan juga ada yang membawa obor.
Prosesi ini disaksikan ribuan warga Kota Kediri di sepanjang jalan yang dilalui mulai Jl KDP Slamer, Jl Veteran hingga ke lokasi. Warga bergerombol menyaksikan di pinggir jalan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ogoh2kediri_20160308_200548.jpg)