Malang Raya

Pria Ditemukan Tewas Menggantung di Teras Rumah oleh Anaknya

Sukasmin pertama kali ditemukan tergantung oleh sang anak, Suroso (35). Saat itu, Suroso baru pulang dari bekerja sekitar pukul 02.00 WIB

Tribunnews
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG  – Sukasmin (64), warga Jl Muharto VII Nomor 54 RW 06 RW 10, Kelurahabn Kota Lama, Kedungkandang, Kota Malang, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara mengantungkan diri di teras rumahnya dengan tali kain, Jumat (11/3/2016).

Pria itu diduga nekat mengakhiri hidupnya setelah menderita paru-paru akut sejak dua tahun terakhir.

Sukasmin pertama kali ditemukan tergantung oleh sang anak, Suroso (35). Saat itu, Suroso baru pulang dari bekerja sekitar pukul 02.00 WIB, saat berada di hadapan rumah, ia tercengung melihat kondisi sang ayah yang sudah tak bernyawa.

“Setelah itu, sang anak langsung memanggil tetangga dan melapor ke Polsek. Kami langsung mendatanginya untuk menggelar olah TKP (Tempat Kejadian Perkara),” kata Kapolsek Kedungkadang Kompol I Putu Mataram.

Keluarga, lanjut Putu, enggan jenazah Sukasmin diotopsi. Padahal saat itu ambulance juga sudah disiapkan. Hal tersebut pun dikabulkan pihak kepolisian karena dari hasil observasi di lapangan, tak ada tanda bekas penganiayaan dari tubuh Sukasmin. Putu memastikan, ciri-ciri meninggal karena bunuh diri ditemukan pada fisiknya.

“Apabila memang tidak ada tanda-tanda penganiayaan dan sejenisnya, korban bunuh diri bisa tak diotopsi apabila keluarga menolaknya. Kami sudah melihat seluruh bagian tubuh korban. Dan itu memang seperti itu (murni bunuh diri). Jenazah korban menurut keluarga dimakamkan pagi hari sekitar pukul setengah delapan,” tambah Putu.

Ia menambahkan, polisi juga sudah meminta surat pernyataan dari keluarga korban terkait keengganan mereka untuk tak mengotopsi korban.

Menurut informasi yang dihimpun polisi, penyakit paru-paru yang diderita Sukasmin sempat sembuh dan tak kumat untuk beberapa waktu. Namun, tak lama dari kabar kesembuhan itu, ia justru memutuskan untuk mengakihri hidup.

Di rumahnya, Sukasmin tinggal bersama seorang istri dan dua orang anak. Kejadian berlangsung saat tak ada keluarga memperhatikan gerak-giriknya.

“Menurut informasi para tetangga, Bapak Sukasmin kerja serabutan. Keluarga mereka juga dikenal rukun oleh tetangga. Satu-satunya alasan yang memungkinkan korban bunuh diri memang penyakitnya itu,” tandas dia.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved