Ponorogo

Miris, Bawa Mobil Sangat Kencang Usai Pesta Miras dan Tabrak Pembatas Jalan, Mobilnya Hancur

"Saat kejadian, seluruh penumpang dari mulutnya berbau alkohol, diduga keenam penumpang itu baru pesta miras. Ketiga penumpang selamat,"

SURYA/Doni Prasetyo
Kondidi mobil nomor Polisi AE 1273 SB rusak parah setelah mengalami kecelakaan di Ponorogo, Minggu (13/3/2016) dini hari. 

SURYAMALANG.COM, PONOROGO - Kecelakaan maut yang terjadi di Ponorogo, Jawa Timur diduga akibat minuman keras (miras). Pengemudi mobil jenis sedan dengan nomor Polisi AE 1273 SB ini bersama teman-temannya disinyalir habis pesta miras dan akhirnya kecelakaan, Minggu (13/3/2016) dini hari.

BACA JUGA : Sedan Tubruk Pembatas Jalan, Tiga Penumpang Tewas

Diduga habis pesta miras, mobil berpenumpang enam orang tubruk pembatas jalan di Jalan Ki Ageng Putu, Desa/Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Kecelakaan ini mengakibatkan tiga tewas di tempat kejadian, tiga orang lainnya luka ringan, Minggu (13/3) dini hari.

Tiga korban meninggal, Supriyono (32), pengemudi warga Desa Banjarejo RT03/RW01, Kecamatan Pundak, Kabupaten Ponorogo, Agus Susanto (59) warga Dusun Krajan RT02/RW01, Desa Bedrug, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, dan Suyadi (65) warga Kelurahan Tonatan RT01/RW02, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.

Sedang korban luka ringan, Lisa Aryati (40) warga Dusun Kedungrejo RT03/01, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Banyuwangi, Widodo (40) warga Desa Trenceng, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, dan Hartono (39) warga Desa Klepek, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.

Menurut Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Siboro, seluruh penumpang mobil jenis sedan dengan nomor Polisi AE 1273 SB itu diduga kuat dalam kondisi mabuk miras. Kecuali itu, pengemudi yang tidak memiliki SIM ini menjalankan mobilnya sangat kencang didalam kota..

"Saat kejadian, seluruh penumpang dari mulutnya berbau alkohol, diduga keenam penumpang itu baru pesta miras. Ketiga penumpang selamat, belum bisa dimintai keterangan,"kata AKP Siboro saat pers rilis, Minggu (13/3).

Dikatakan Kasat Lantas Siboro, kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) tunggal yang menewaskan tiga orang, yang kesemuanya luka dikepala itu masuk kategori Laka Lantas berat.

"Laka Lantas ini murni kesalahan manusia, ditambah pengemudi tidak punya kompetensi mengemudi kendaraan roda empat. Karena jalan lurus itu dalam kondisi baik, hanya ada perubahan, dari jalan tanpa pembatas masuk ke jalan dengan pembatas,"jelas AKP Siboro.

Dijelaskan Kasat Lantas Siboro, mobil sedang warna merah maron itu melaju dari arah Selatan ke Utara masuk kawasan Kota Ponorogo dengan kecepatan tinggi, sekitar 70 kilometer per jam. Padahal kecepatan di kawasan kota maximum 40 kilometer per jam.

"Karena pengaruh alkohol, perubahan jalan dari jalan tanpa pembatas, masuk di kawasan jalan dengan pembatas. Kemungkinan pengemudi tidak melihat adanya pembatas, sehingga menjalankan mobilnya cenderung ke tengah dan terjadilah Laka Lantas itu,"ungkap AKP Siboro.

Diakui AKP Siboro, jalan di kawasan Jalan Ki Agung Putu selain kurang rambu lalu lintas juga marka jalan tanpa dilengkapi mata kucing, ditambah lagi jalan licin seusai diguyur hujan.

"Ini memang kecelakaan murni yang diakibatkan kesalahan manusia, apalagi pengemudi tidak punya SIM, serta mengemudi dalam kondisi mabuk,"katanya.

Dengan kejadian Laka Lantas itu, Polantas Polres Ponorogo melakukan penguatan untuk mencari faktor penyebab kejadian itu, sambil menunggu hasil Visum Et Repertum (VER) dari Rumah Sakit (RS).

"Korban meninggal dan luka luka seluruhnya dibawa ke rumah sakit Ponorogo. Setelah kondisi korban selamat pulih, baru kita minta keterangan,"tandas Kasat Lantas AKP Siboro.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved