Kediri

Protes Kenaikan Iuran BPJS Meluas, di Kediri Relawan Kesehatan Turun ke Jalan

Kenaikan iuran BPJS yang mulai berlaku April 2016 diprotes puluhan Relawan Kesehatan Kediri.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: musahadah
surya/didik mashudi
Puluhan Relawan Kesehatan unjuk rasa ke Kantor DPRD Kabupaten Kediri menolak kenaikan iuran BPJS, Rabu (16/3/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Kenaikan iuran BPJS yang mulai berlaku April 2016 diprotes puluhan Relawan Kesehatan Kediri.

Mereka berunjukrasa di Kantor DPRD Kabupaten Kediri, Rabu (16/3/2016).

Menurut mereka, kenaikan iuran BPJS ini semakin memberatkan masyarakat dan menegaskan jika BPJS merupakan bisnis asuransi karena siapa membayar dia yang mendapat  pelayanan kesehatan.

"Akibatnya, masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, manusiawi serta berkualitas tidak dapat diwujudkan lagi,"kata Daniel Arisandi, korlap aksi.

Dengan alasan itu, Daniel menolak kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Perpres No 19/2016 tentang Kenaikan Iuran BPJS.

"Kami menuntut pemerintah untuk memberikan hak rakyat yaitu jaminan kesehatan berkualitas, manusiawi dan gratis," tandasnya.

Selain itu pemerintah harus melakukan evaluasi menyeluruh terkait BPJS dari pusat sampai ke daerah karena buruknya pelayanan yang diberikan.

"Pemerintah harus umumkan kepada rakyat laporan  keuangan yang didapat BPJS. Keuntungan yang diperoleh itu harus digunakan untuk memperbaiki mutu pelayanan kesehatan," tandasnya.

Daniel juga menyoroti kebijakan pemerintah yang menurunkan harga BBM Rp 200 per liter, namun justru menaikkan iuran BPJS.

Kenaikan BPJS ini tidak sesuai dengan Pancasila karena bumi dan kekayaan alam dipergunakan untuk kemakmuran masyarakat.

"Kami menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bergerak menolak atas kebijakan pemerintah menaikkan iuran BPJS," serunya.

Para perwakilan relawan yang unjuk rasa kemudian diterima anggota dewan untuk berdialog. Anggota dewan berjanji akan meneruskan aspirasi masyarakat yang menolak kenaikkan iuran BPJS kepada pemerintah pusat.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved