Breaking News:

Malang Raya

Warga Miskin Tersandung Hukum Tak Perlu Takut, Ini Advokasi yang Disiapkan Dewan!

“Nanti pemerintah desa yang akan memverifikasi, apakah warga yang mengajukan bantuan hukum tersebut benar-benar miskin atau tidak,” tambah Zia.

Penulis: David Yohanes | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Suasana pemandangan umum fraksi-fraksi tentang empat ranperda di DPRD Kabupaten Malang, Rabu sore (28/10/2015). 

SURYAMALANG.COM, BANDUNG - Komisi A DPRD Kabupaten Malang mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Bantuan Hukum, di Kabupaten Malang.

Jumat (18/3/2016) Komisi A melakukan konsultasi ke Pemprov Jawa Barat, terkait ranperda ini.

Diungkapkan Wakil Ketua Komisi A sekaligus anggota Pansus Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin, Ziaulhaq, Pemprov Jawa Barat sudah mempunyai Perda serupa. Pemprov Jawa Barat juga sudah mengimplementasikan Perda tersebut.

“Rombongan pansus diterima oleh Kabag Bantuan Hukum dan HAM Pemprov Jawa Barat, Deni Wahyudin,” terang Ziaulhaq, saat berkomunikasi melalui aplikasi Whatsapp.

Lanjut Zia, selama ini masyarakat miskin yang terbelit masalah hukum tidak bisa membayar pengacara karena mahal. Mereka pun menghadapi proses pengadilan tanpa penasehat hukum.

Dengan perda ini, Pemkab Malang akan membantu warga miskin, yang menghadapi kasus hukum. Syaratnya, masyarakat tersebut benar-benar tidak mampu yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemerintahan desa.

“Nanti pemerintah desa yang akan memverifikasi, apakah warga yang mengajukan bantuan hukum tersebut benar-benar miskin atau tidak,” tambah Zia.

Bantuan hukum untuk warga miskin ini nantinya akan dikordinasikan dengan Dinas Sosial. Pemkab Malang akan menggandeng lembaga bantuan hukum yang sudah terdaftar dan terakreditasi di Kementerian Hukum dan HAM.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Sri Wahjuni Pudji Lestari mengatakan, pihaknya belum tahu detail dari Perda ini. Sebab munculnya raperda ini dalam program legislasi daerah (prolegda) sepenuhnya inisiatif DPRD.

“Saat ini masih dalam proses pembahasan terus,” terang Yayuk, panggilan akrab Sri Wahjuni.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved