Malang Raya

M Anton : Skala Prioritas Pembangunan Bidang Kesehatan, Pendidikan dan Infrastruktur

“Musrembang harus dijalankan bukan dengan cara lama. Musrembang harus fokus mengatasi masalah-masalah yang saya sebutkan tadi,"

M Anton : Skala Prioritas Pembangunan Bidang Kesehatan, Pendidikan dan Infrastruktur
SURYAMALANG.COM/Sulvi Sofiana
Anton saat memberikan sambutan dalam FGD di Rektorat UB, Sabtu (3/10/2015) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kepala Bappeda Jatim Ir Fattah Yasin memuji ketiga aspek program di Kota Malang. Ketiga aspek itu, yakni pengolahan berbahan baku agro, jasa pendidikan, dan perdagangan.

"Ketiga program itu yang mendorong produk domestik di Kota Malang selama ini, jadi fokuskan ketiga aspek," ucap dia saat menghadiri Musrenbang di Hotel Savana, Senin (21/3/2016).

Menurut Fattah Yasin, SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) wajib turun peran dalam pemfokusan rencana pembangunan, agar program pembanguan ini terarah.

Dikatakannya, rencana pembangunan harus sinergi dengan kondisi di kota atau daerah itu. Untuk di Kota Malang, misalnya, tidak bisa ada rencana pembangunan waduk apabila tidak didukung sistem pengairan.

“Musrembang harus dijalankan bukan dengan cara lama. Musrembang harus fokus mengatasi masalah-masalah yang saya sebutkan tadi. Hal ini serupa dengan yang dikatakan oleh Pak Gubernur dan Presiden di mana Kota Malang merupakan daerah di Jatim yang mendukung ekonomi dan kesejahteraan dari tiga sector yang sata sebutkan tadi,” ucap dia

Disisi lain, Yasin berharap pelaksanaan Musrembang Kota Malang 2017 bisa mengurangi angka pengangguran di Kota Malang yang menurut data lebih tinggi dibanding rata-rata Jatim. Di mana pengangguran di Kota Malang sebesar 7 persen.

Sementara rata-rata pengangguran di Jatim sebesar 4 persen. Fattah menambahka, angka itu bisa diperkecil dengan cara menggerakkan jiwa wirausaha untuk pemula. “Lulusan-lulusan perguruan tinggi itu di sini jangan hanya pakai ijazah untuk cari kerja. Dia harus bisa menyiptakan lapangan pekerjaan baru,” katanya.

Wali Kota Malang M.Anton mengatakan, Musrembang digelar sebagai tempat berkomunikasinya seluruh elemen masyarakat selaku mitra kerja pemerintah guna menjalankan rencana pembangunan pada 2017.

Menurutnya Musrembang adalah tahapan yang harus dilalui sebelum Pemkot bisa menyusun RKPD (rencana kerja pemerintah daerah) Malang tahun depan.

“Seluruh program pembangunan yang ada dalam rencana prioritas tingkat kecamatan akan digodok bersama seluruh komponen terkait,” katanya.

Ia yang akrab disapa Abah Anton ini, meminta sinergitas antara Pemkot dan masyarakat tumbuh sehingga implementasi pelaksaan Musrembang tahun depan akan lancar.

Meski angka pengangguran terbilang tinggi dibanding daerah lain, masih ada beberapa hal yang bisa diunggulkan dalam progress pembangunan di Kota Malang. Misalnya, penurunan angka kemiskinan dari 4,80 persen pada 2014 menjadi 4,20 persen pada tahun 2015.

“Skala prioritas kita masih di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Sehingga kami berharap pada tahun depan akan ada pengentasan masalah kemacetan dan genangan air,” pungkas dia.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved