Malang Raya
Jangan Masuk ke Malang pada Libur Panjang, Ini Alasannya
Pemkot juga mulai memasang 100 pelat petunjuk arah lokasi Harlah di Stadiun Gajayana. Pelat itu dipasang di puluhan titik.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Perayaan Hari Lahir Muslimat Nahdlatul Ulama ke-70 di Kota Malang ,Sabtu (24/3) mendatang mulai dimatangkan. Kamis (25/3/2016) sore, pertemuan yang membahas tentang rencana pengaturan lalu lintas dibahas di ruang sidang Balai Kota Malang.
Hasil dari pertemuan itu, kepadatan kendaraan diprediksi masuk ke Kota Malang diprediksi mencapai puncaknya pada Sabtu pagi.
“Peserta Harlah sebagian besar akan datang pada Sabtu sekitar subuh. Jadi, bisa dipastikan saat itu menjadi sangat padat. Data terbaru dari panitia sekitar 300 bus dan 1.400 minibus akan masuk,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Handi Priyanto, sela pertemuan.
Sebagian kecil lagi, kendaraan akan datang pada Jumat malam. Hanya saja, kepadatan kendaraan yang masuk saat itu tidak akan sebanyak kendaraan yang masuk esok harinya.
Para peserta Harlah yang datang malam hari pun akan langsung menuju penginapan dan hotel masing-masing. Pengetatan lalu lintas pada saat itu juga belum diperketat.
Sore itu, Pemkot juga mulai memasang 100 pelat petunjuk arah lokasi Harlah di Stadiun Gajayana. Pelat itu dipasang di puluhan titik. Beberapa di antaranya yakni daerah Lawang, Singosari, Batu, Gadang, Soekarno-Hatta, dan Ahmad Yani. Intinya, seluruh wilayah akses masuk Kota Malang dan jalan yang dilalui hingga menuju stadion.
Panitia memang senagaja diatur agar masuk ke Kota Malang pada subuh untuk menghindari kepadatan kendaraan saat saat liburan panjang. Jika peserta masuk kota pada pagi hari, misalnya sekitar pukul 06.00 WIB, mereka dikhawatirkan terjebak macet.
Ia menjelaskan, panjang ekor kendaraan roda empat saat akhir pekan menuju Kota Malang di jam-jam itu mencapai antara daerah Singosari hingga Lawang.
“Memang Pemkot sudah menghimbau supaya warga luar jangan masuk Kota Malang dulu saat seperti itu. Tapi kita juga tidak bisa melarang apabila mereka tetap akan masuk ke sini. Itu sebabnya, rencana rombongan masuk jalur padat diatur pada subuh,” tambah dia.
Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa rencana pengaturan lalu lintas dan lokasi parkir tetap sama. Bus peserta yang masuk dari arah Jalan Letjen Sutoyo, misalnya, akan dialihkan ke Jalan Borobudur apabila kepadatan akses jalan normal tidak memungkinan. Jalan Ijen juga tetap akan ditutup pada Sabtu sekitar pukul 06.00 WIB sebagai lokasi parkir bus. Karenanya, jalan di sana bakal ditutup seperti saat pelaksanaan car free day.
Panitia Harlah Muslimat NU ke-70 Edy Lukmanul Karim mengatakan, berbagai kegiatan persiapan sudah mulai digagas pra-pembukaan Harlah. Pada Jumat, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa akan mengecek kesiapan stadiun dan menggelar beberapa acara. Ia akan menggelar doa dan salat bersama anak yatim sekaligus meninjau lokasi dan kesiapan Harlah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/lalu-lintas-macet-minggu_20150719_163050.jpg)