Malang Raya

Pemburu Burung Tewas Tersambar Petir di Sawah

Sambaran petir tersebut menghantam tubuh Gofur. Pemburu burung yang malang ini mengalami luka bakar hingga terkelupas di bagian dada kiri.

Pemburu Burung Tewas Tersambar Petir di Sawah
nydailynews
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KROMENANGAN - Seorang pemburu burung di area persawahan Dusun Tegoran, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromenangan, Kabupaten Malang tewas tersambar petir, Rabu (13/4/2016) sekitar pukul 15.00 wib.

Sementara dua orang lainnya mengalami luka di bagian tangan, serta satu orang selamat.

Awalnya empat orang pemburu tersebut mencari burung dengan senapan angin di area persawahan tersebut. Mereka adalah M Andri (36), Ponimin (26), Sukir (40), dan Gofur (26). Semuanya warga Desa Jatikerto. Saat tengah berburu, tiba-tiba turun hujan.

Mereka memilih berteduh di sebuah gubuk milik petani. Ternyata hujan kemarin disertai dengan sambaran-sambaran petir. Saat tengah menunggu hujan reda, tiba-tiba petir menyambar ke arah gubuk dimana empat pemburu burung ini berada.

“Mereka memilih berteduh di gubuk, karena jarak dengan permukiman warga agak jauh. Awalnya mereka berharap hujan cepat reda,” tutur Kasubag Humas Polres Malang, AKP Dyan Vicky.

Sambaran petir tersebut menghantam tubuh Gofur. Pemburu burung yang malang ini mengalami luka bakar hingga terkelupas di bagian dada kiri. Gofur meninggal dunia di lokasi kejadian.

Selain menewaskan Gofur, sambaran petir juga melukai Andri dan Ponimin. Keduanya mengalami luka bakar sedang di bagian tangan. Sementara Sukir selamat tanpa mengalami luka sedikit pun.

“Sukir sepertinya terguncang. Dia bertingkah seperti orang linglung,” ujar Kapolsek Kromengan, AKP Octa Panjaitan menimpali.

Para korban dilarikan ke rumah sakit Ramdani yang paling dekat dengan lokasi kejadian. Dua korban luka mendapat perawatan. Namun keluarga Gofur meminta polisi tidak melakukan otopsi jenazah.

Mereka memilih untuk segera memakamkan Gofur. “Kami minta surat pernyataan penolakan otopsi untuk melengkapi laporan,” tandas Octa.

Penulis: David Yohanes
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved