Malang Raya

Waspada! Curat Marak Terjadi di Kota Malang

Sepekan terakhir terjadi empat kali pencurian dengan pemberatan (Curat) di Kota Malang.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sepekan terakhir terjadi empat kali pencurian dengan pemberatan (Curat) di Kota Malang. Peristiwa pencurian ini dimulai dari akhir pekan lalu sampai Selasa (12/4/2016) kemarin.

Kerugian material dari empat peristiwa itu beragam mulai dari puluhan juta sampai lima jutaan.

Dari informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM, pencurian terjadi di Kecamatan Kedungkandang, KLojen, dan Blimbing. Selasa (12/4/2016) terjadi pencurian di rumah kontrakan yang ditempati Sukaryono (49) di Jalan Sulfat Agung, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing. Rumah kontrakan itu dimasuki orang secara paksa ketika ditinggal membeli makan siang.

Ketika ditinggal, pintu rumah sudah dikunci tetapi kuncinya ditinggal di atas meteran listrik. Ketika Sukaryono tiba di rumahnya pukul 14.00 wib, gerbang rumahnya dalam kondisi sedikit terbuka, begitu juga dengan pintu rumah. Ternyata isi dalam rumahnya beberapa telah raib, antara lain televisi, komputer, ponsel, sepatu, tas, dan pakaian. Sukaryono menyebut kerugian dalam peristiwa itu mencapai Rp 16 juta.

Masih dari Kecamatan Blimbing, Nita Ellyana (28) warga Jalan Pamali Timur Kecamatan Blimbing kehilangan ponsel seharga Rp 5,5 juta di kawasan Jalan Raden Intan. Ia baru menyadari tasnya telah disobek orang ketika baru turun bus trayek Surabaya - Malang.

Sebelumnya, pencurian laptop dan ponsel menimpa Desy Syarifatul (20) mahasiswa asal Kabupaten Situbondo. Tas berisi laptop dan ponsel, ia tinggal di atas sepeda motor, ketika sedang mencetak tugas di konter fotocopy di Jalan Tembusan Surabaya Kecamatan Klojen. Hanya ditinggal beberapa menit, tas milik Desy telah raib. Akibatnya barang elektronik seharga Rp 8,5 juta yang raib.

Awal pekan ini, Rahmi Rahman (25) yang tinggal di Jalan Terusan Danau Mendana Barat Kelurahan Sawojajar Kecamatan Kedungkandang melapor ke polisi karena rumahnya diobok-obok maling. Maling bebas beraksi di rumah itu, ketika dalam keadaan kosong.

"Rumah dalam keadaan kosong, karena penghuni rumahnya sedang pulang ke Bali. Orang tuanya meninggal dunia," ujar Kapolsek Kedungkandang Kompol Putu Mataram, Rabu (13/4/2016).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved