Senin, 13 April 2026

Malang Raya

Asyik, Pembeli Bebas Berbaur dan Berekspresi di Warkop Bang Joss

“Tidak harus tampilan yang teralu mewah, teapi yang penting rasa minuman makanan yang kami jual dan sajikan setara dengan kelas atas,"

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Karyawan Food Truck Bang Joss milik Abi Nesta (32) memasak roti bakar di Sawojajar Kota Malang, Jumat (15/4/2016) malam. Berdiri sejak 2015, Abi Nesta telah membuka empat cabang Food Truck Warkop Bang Joss. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Warkop (warung kopi) pasti identik dan kuat dengan rutinitas mengobrol dan berbaur satu sama lain. Ya, suasana seperti itulah yang terlihat di salah satu kafe di pinggir jalan, yakni Warkop Bang Joss.

Konsep yang diusung oleh warkop ini, yakni warkop yang membawa nuansa kafe ke pinggir jalan. Tepatnya kafe ini ada di Jalan Sawojajar gang 21.

Pemilik Warkop Bang Joss di Sawojajar, Iqbal Budiman (27) mengatakan, konsep ini memang sengaja ia suguhkan bagi seluruh kalangan. Agar semua kalangan bisa menikmati kopi dengan nuansa kekeluargaan.

“Dibilang warkop sih iya, tetapi kami menyuguhkan makanan dan minuman sekelas kafe. Dengan alasan kalau menikmati minuman sekelas kafe itu bisa dinikmati oleh semua kalangan. Menunya seperti Ekspreso, Cappucino, Kopi Tubruk, dan masih banyak lagi,” ucap Iqbal kepada SURYAMALANG.COM.

Ditengah-tengah melayani kustomernya, Iqbal membuatkan minuman dengan alat mesin kopi yang biasa dipakai oleh kafe kelas atas. Alat ini merupakan espresso coffe machine profesional dan ada pula manual brew yang dihadirkan di foodtrucknya.

Warkop Bang Joss ini menggunakan pick-up yang bisa didapat dengan harga yang terjangkau. Suasana lebih menarik lagi ketika sound musik yang ada di mobil pick up ini terdengar dan membuat suasana menjadi menarik.

Di atas pick-up ini ada ada alat-alat perlengkapan seperti kompor, lalu bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengolah menu. Asiknya lagi, menu yang ada di sini tak hanya makanan saja, tetapi pastinya minuman juga ada. Kebanyakan memang usaha foodtruck memang menjual makanan, tetapi Iqbal memilih untuk menjual keduanya. Ada makanan da nada minuman.

Iqbal menceritakan, awalnya ia membuka usaha ini di Bali pada tahun 2014 dengan brand nama yang berbeda tetapi tetap dalam dalam konsep nuansa kafe pinggir jalan. Lalu di tahun 2015 ia mulai pertama membuka di Soekarno Hatta.

Lalu usahanya di Soekarno Hatta ini dibeli oleh orang atau istilahnya dipengang oleh mitra dengan branding yang sama. Begitu halnya dengan yang di belakang Sardo dan di Kediri.

“Kami masih terbuka kalau ada mitra yang ingin membuka usaha speerti ini. Total biaya yang bisa digunakan untuk mitra sekitar Rp 130 juta. Untuk omset sendiri sebulan biasaya sekitar 35 hingga 38 juta,” tutur pria asal Bogor ini.

Terlihat, suasana di Warkop bang Joss semakin malam semakin asik. Pengunjung semakin menikmati suasana. Ada yang datang dengan keluarganya, ada yang datang sendiri sembari emnikmati hidangan kopi, serta ada yang datang bersama kawan-kawan yang jumlahnya banyak.

Di situ mereka bebas tertawa dan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan di rumah tanpa harus ada rasa gengsi dan malu. Di mana suasana ini tak bisa dilakukan dan didapatkan di kafe dengan ruangan tertutup. Iqbal juga memperbolehkan pengunjung untuk bermain UNO, domino.

Terlebih jika ada pertandingan, Warkop Bang Joss menyediakan nobar (nonton bareng). Rencananya, Warkop Bang Joss yang ada di Sawojajar ini akan membuka cabang. Tetapi khusus untuk mengikuti event saja.

“Jadi kalau ada acara kami bisa mobile dan jemput bola. Karena di Malang ini event seperti foodtruck festival cukup banyak di sini,” imbuh Iqbal.

Untuk tempat duduk yang disediakan di Warkop Bang Joss ini menggunakan tong oli besar dan tong oli kecil. Tong oli besar sebagai mejanya dan tong oli kecil sebagai kursinya.

Untuk yang lesehan, warkop ini menggunakan ban bekas sebagai meja. Iqbal mengutarakan, penggunaan barang bekas ini selain untuk efesiensi, juga untuk menghadirkan nuansa jadul sebuah kafe.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved