Malang Raya

Butuh Pendonor Darah Segera? Hubungi Komunitas Ini!

Database pendonor sukarelawan dari komunitas yang sudah berdiri lima tahun ini sudah mencapai ratusan.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: musahadah
surya/aflahul abidin
Anggota komunitas Blood For Life Chapter Malang saat menjumpai pasien yang berlangganan kantong darah dari komunitas itu. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kubutuhan darah tak dapat ditebak. Para pasien di rumah sakit bisa mendadak membutuhkannya sewaktu-waktu dan kapan saja.

Karena itu, kesiapan pendonor juga sebenarnya harus ditata. Apalagi, jangka waktu bagi pendonor untuk ‘menyedekahkan’ darah miliknya tak perlu waktu minimal tiga bulan

Komunitas Blood For Life Chapter Malang, mencoba mewujudkan hal itu dengan menghimpun sebanyak mungkin pendonor untuk sigap memberi pertolongan jika sewaktu-waktu darah mereka dibutuhkan oleh pasien penyakit tertentu.

Database pendonor sukarelawan dari komunitas yang sudah berdiri lima tahun ini sudah mencapai ratusan.

“Sebagian besar langganan komunitas ini adalah pasien-pasien kanker atau leukimia yang sudah tahap butuh pendonor darah rutin,” kata Kiki Indah Permata (20), koordinator Blood For Life Chapter Malang, Sabtu (17/4/2016).

Komunitas ini sudah menjalin komunikasi intens dengan beberapa rumah sakit dan dokter.

Tiap ada kebutuhan darah, pihak rumah sakit dan dokter akan langsung mengabarkan ke komunitas.

Data jumlah kantong dan jenis darah yang dibutuhkan kemudian diteruskan melalui jejaring sosial dan situs web komunitas.

Selain itu, tiap-tiap anggota juga menyampaikannya ke para sukarelawan yang sudah terdata. Jumlah anggota kumunitas tersebut saat ini sekitar 20 orang.

“Selama ini, sebagian besar kebutuhan terpenuhi. Yang sering terjadi justru kebutuhan yang disampaikan melebihi dari kebutuhan sebenarnya. Jadi misalnya, dokter menyampaikan kepada kami butuh 10 kantong darah. Padahal, kondisi pasien karena hal-hal tertentu hanya membutuhkan delapan kantong. Nah, sisa darah ini akan mubadzir,” tambah dia.

Meski begitu, Kiki melihat kebutuhan jumlah pendonor di Kota Malang masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah kebutuhan.

Karena itu, pihaknya berusaha menghimpun dan memberi punyuluhan kepada orang-orang di Malang untuk ikut bergabung dalam kegiatan kemanusiaan itu.

“Biasanya yang sulit itu mengajak orang-orang yang terlebih dulu paranoid terhadap donor darah. Bisa karena mereka takut jarum atau mereka terlebih dulu mendengar anggapan-anggapan miring soal donor darah,” ucapnya.

Kebutuhan darah yang paling sering sulit terpenuhi biasanya terjadi saat menjelang hari raya. H-2 hingga H-2 Idul Fitri, jumlah stok darah berada dalam kondisi yang paling minim.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved