Malang Raya
Begini Serunya Orasi dari Sang Budayawan, Sobari
"Segala yang ada dalam kehidupan kita itu merupakan puisi. Tarian, seperti welcoming dance yang menyambut saya tadi itu adalah puisi,"
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dengan semangat yang berkobar-kobar, Mohammad Sobari, budayawan Nasional, memberikan orasi mengenai satu bagian dari seni dalam acara Culturenite, Bersatu Dalam Seni Cermin Wajah Nusantara, di Brawijaya Edupark, yang diadakan oleh HMI ISIP UMM, Minggu (24/4/206), sore.
Dengan gayanya yang memang seorang seniman, Sobari dengan lantang berbicara tentang puisi.
Sebelumnya Sobari menyebutkan dua bagian yang berhubungan dengan Seni, yakni Puisi dan tarian. Namun ia lebih memilih untuk berbicara lebih dalam tentang puisi. Bagi Sobari, Puisi itu ialah bagian dari kesenian yang pantas untuk dipublikasikan ke masyarakat luas.
"Segala yang ada dalam kehidupan kita itu merupakan puisi. Tarian, seperti welcoming dance yang menyambut saya tadi itu adalah puisi. Apapun yang ada dikehidupan kita ini merupakan ritual puisi," ucap Sobari dalam beberapa kalimat pembukanya.
Tawa dan canda dari penonton yang rata-rata mahasiswa ini pun pecah ketika membahas mengenai merokok. Ia mengutarakan, bahwa merokok yang memang bagian dari kehidupanpun, bisa dijadikan bait puisi.
"Jangankan itu, iman nanti jadi puisi, lalu perjuangan pun nanti jadi puisi. Maka dari itu jadikan penyair sebagai dimensi diri anda," imbuh Sobari.
Semakin malam, suasana yang ditemani oleh lampu kuning semakin menyenangkan. Penonton seolah-olah terhanyut dalam bahasan yang semakin dalam. Dengan gaya bahasa yang dibawakan oleh Sobari, membuat suasana tak membosankan. Sobari juga berorasi sembari mendatangi penonton. Hal ini dilakukan oleh dia agar bisa berinteraksi langsung dengan penonton.
Acara yang diadakan oleh HMI ISIP UMM ini selain orasi oleh budayawan Mohammad Sobari, juga ada pertunjukan seni dari berbagai daerah.
Contohnya, tarian Yosvan dari Papua, pertunjukan teather seni, dan masih banyak lagi. Ketua Panitia, Haerudin, mengatakan tujuan acara diadakan ialah untuk mempererat tali persaudaraan.
"Apalagi kami HMI, tak hanya politik yang kami persembahkan, tetapi kami juga bisa menunjukkan sisi peduli kami terhadap kebudayaan yang semakin hari semakin tergerus," kata dia.
Selain itu, adanya pertunjukan seni ini juga untuk memamerkan dan saling memberitahu kebudayaan masing-masing daerah.