Malang Raya
Minyak Jelantah Bisa Dimanfaatkan untuk Biodiesel
Minyak goreng bekas atau akrab disebut minyak jelantah jika dipakai berulang-ulang bisa menyebabkan jantung koroner.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Minyak goreng bekas atau akrab disebut minyak jelantah jika dipakai berulang-ulang bisa menyebabkan jantung koroner.
"Meski sudah diproses penyaringan tidak akan menghilangkan kemungkinan timbulnya zat asam lemak trans," jelas Dr Luchis Rubianto LRSC MMT, Dosen Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang dalam orasi ilmiah rapat terbuka senat Polinema ke 34, Rabu (27/4/2016).
Masih digunakannya kembali migor jelantah bisa karena faktor ekonomi, sayang dibuang atau merasa rugi.
Agar tidak merusak kesehatan dan mencemari lingkungan, maka migor bekas itu perlu dikonversi menjadi bahan bakar minyak konvensional yang bersumber pada minyak bumi, yakni menjadikan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel.
Metodenya disebut transesterifikasi.
Menurut dia, untuk menjadi alternatif sumber energi, perlu kajian mendalam dalam berbagai perspektif.
"Namun untuk itu perlu komitmen kuat dari masyarakat dan pemerintah agar tidak mengonsumsi dan membuang minyak jelantah sembarangan," kata dia.
Minyak jelantah harus ditampung dan disalurkan ke unit pembuatan biodiesel.
Hasilnya bisa jadi bahan bakar boiler pada pembangkit listrik.
Penggunaan migor di Indonesia sangat tinggi. Sehingga juga akan menghasilkan jelantah yang banyak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/minyak-jelantah_20160427_224407.jpg)