Malang Raya
Desain Menyulitkan, Nelayan Sendangbiru ogah Masuk Tempat Pelelangan Ikan
Nelayan di Pantai Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan enggan menempati Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Penulis: David Yohanes | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, SUMBERMANJING WETAN - Nelayan di Pantai Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan enggan menempati Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Mereka beralasan desain TPI baru tersebut menyulitkan proses pelelangan ikan.
Desain yang dipermasalahkan adalah banyaknya meja beton mirip pasar ikan yang justru menghambat proses lelang.
Selain itu, desain lantai juga kasar.
Kondisi lantai bisa memicu kerusakan ikan yang diseret di atasnya.
Selain itu, pintu masuk dinilai sangat sempit. Padahal dulu tidak ada pintu masuk, sehingga ikan bebas keluar masuk.
“Kalau dulu kan los, tidak ada bangunana apa pun di dalamnya,” tutur Ketua Kelompok Nelayan Rukun Jaya Desa Pondok Dadap, Sendang Biru, Soemadji.
Saat musim panen ikan, hasil nelayan Sendangbiru bisa mencapai 300 ton per hari.
Keberadaan pintu masuk tersebut akan menghambat alur ikan menuju ruang lelang.
Ikan hasil tangkapan nelayan harus antre di luar ruangan.
Antrean ini membuat ikan para nelayan harus kepanasan di bawah sinar matahari.
Kondisi tersebut membuat kualitas ikan menjadi menurun. Apalagi bangunan baru hanya bisa menampung 100 ton.
“Antrean masuk TPI membuat ikan jadi terlambat dilelang. Kualitasnya otomatis akan menurun karena terkena sinar matahari,” ujar Soemadji.
Akibat kondisi tersebut, para nelayan enggan menggunakan TPI yang selesai direhab 2015 silam.
Sebagai solusi, para nelayan mendirikan tenda di depan bangunan TPI. Di bawa tenda inilah para nelayan menggelar lelang ikan hasil tangkapan mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/nelayan-sendangbiru_20160428_204421.jpg)