Jumat, 12 Juni 2026

Laporan Khusus Barbershop

Gatot Mampu Selesaikan Tiga Kepala dalam Waktu 30 Menit, Hasilnya Rapi!

Meski hanya 10 menit, bukan teknik yang gampang merapikan rambut ala tentanra. Gatot lebih banyak memakai alat cukur yang disebutnya 'clipper'

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Pujiman sedang memangkas rambut seorang anak di Jalan Ir Rais, Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Gatot Subroto bergegas menuju kursi setelah seorang laki-laki turun dari kursi yang berada di tempat Pangkas Rambut 'Rampak Naong' di Jalan Hamid Rusdi, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (23/4/2016).

Gatot duduk menghadap cermin panjang di depannya. Tak berselang lama, pemilik Rampak Naong sekaligus pemangkas yang juga bernama Gatot, 'beraksi'. Gatot secara cekatan merapikan rambut pendek anggota Batalyon Bekang Kota Malang itu.

Rambut Gatot Subroto telah gondrong untuk ukuran anggota TNI. Dan hanya dalam wkatu 10 menit, rambutnya sudah rapi kembali sesuai potongan rambut tentara.

Meski hanya 10 menit, bukan teknik yang gampang merapikan rambut ala tentanra. Gatot lebih banyak memakai alat cukur yang disebutnya 'clipper' (hair clipper/ alat cukur elektronik memakai pisau tajam dan lebih mudah pemakaiannya). Sesekali ia memakai gunting untuk merapikan rambut bagian telinga.

Gatot dalam perjalanannya mencukur dan merapikan rambut si tentara juga tidak sembarangan. Setelah seluruh bagian kepala selesai, Gatot mengoleskan sabun di sekitar leher kemudian mengeriknya memakai silet. Proses itu merupakan langkah terakhir, untuk membersihkan potongan rambut di sekitar leher.

Gatot Subroto melihat ke cermin, kain yang menyelubunginya dibuka, dan ia pun turun dari kursi.
Gatot kemudian mengangsurkan uang Rp 10.000 kepada si pemangkas. Setelah Gatot pergi, si pemangkas rambut menempatkan sebuah bantalan melintang di atas lengan kursi yang sebelumnya diduduki Gatot.

Kali ini kursi itu ditempati Iksan, seorang bocah SD. Bantalan kursi itu agar Iksan terlihat lebih tinggi untuk memudahkan pemotongan rambut oleh si pemangkas. Gatot, si pemangkas pun beraksi mengeksekusi rambut Iksan.

Itulah pemandangan pemangkasan rambut di 'Rampak Naong'. 30 menit berada di lapak berukuran 2,5 x 4 meter itu. SURYAMALANG.COM menyaksikan Gatot 'mengeksekusi' tiga kepala. Dan semuanya mengangsurkan uang Rp 10.000. Rp 10.000 merupakan tarif di tempat pangkas rambut tersebut.

Sesuai dengan namanya 'Rampak Naong' yang bisa diartikan di bawah naungan rerimbunan pohon (Bahasa Madura, red), tempat usaha milik Gatot itu memang berada di bawah sebuah pohon besar. Pohon itu menempel di salah satu dinding triplek.

Sebuah tulisan 'potong rambut' disematkan di tubuh pohon. Tulisan besar 'Pangkas Rambut Rampak Naong' tertera di kaca depan.

Tempatnya sederhana. Ada tiga kursi di dalamnya. Kaca-kaca panjang dipajang di beberapa tempat. Kursi tunggu menempel di dinding. Sebuah televisi 12 inchi terpajang di salah satu pojok atas, dalam kondisi menyala. Pengunjung yang menunggu antrean bisa melihat televisi. Juga ada Koran Harian Surya yang bisa dibaca di tempat tersebut.

Jika 'Rampak Naong' berada di bawah naungan pohon dengan tempat sederhana, Pangkas Rambut 'Sakura' berada di sebuah deretan pertokoan baru di Jalan Maninjau Barat Kelurahan Sawojajar Kecamatan Kedungkandang. Tempatnya baru berukuran 4,5 meter persegi, didominasi cat cerah berwarna kuning.

Cermina juga terpajang di beberapa tempat. Tidak lupa, poster ikonik tentang model rambut dari Top's Collection juga terpajang. Dua kursi untuk konsumen berjajar. Kursi tunggu menempel di dinding. Sebuah kamar mandi menyatu di ruang tersebut.

Tempat 'Sakura' terlihat lebih modern dibandingkan pangkas rambut tradisional lainnya. Namun pemilik Sakura, Iwan Sakura tetap menyematkan nama Pangkas Rambut di spanduk tempat usahanya. Iwan juga memakai tarif Rp 10.000 untuk pangkas rambut dewasa, Rp 8.000 untuk anak, serta Rp 12.000 untuk dewasa dan muka. Muka artinya mencukur atau merapikan kumis dan jenggot.

"Walapun sebenarnya kalau melihat tempatnya bisa disebut barbershop, saya tetap memakai nama pangkas rambut agar tetap orisinal asli Indonesia. Apa sih bedanya pangkas rambut dan barbershop, satunya pakai Bahasa Indonesia satunya Bahasa Inggris. Artinya ya sama, tempat pangkas rambut yang identik untuk laki-laki," ujar Iwan kepada SURYAMALANG.COM.

Perbedaan lain, barbershop yang dua tahun terakhir menjamur di Kota Malang, memiliki fasilitas lain yakni keramas, pijat, plus tambahan gel rambut. sedangkan pangkas rambut asli Indonesia hanya pemangkasan saja.

Lalu apakah keberadaan barbershop mengancam pangkas rambut asli Indonesia?. Baik Gatot maupun Iwan menjawab tidak.

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved