Kediri
Massa Mahasiswa, Buruh, Ormas dan LSM Kediri Tuntut Pencabutan Uang Kuliah Tunggal
Gabungan massa mahasiswa, ormas, buruh dan LSM membuktikan janjinya mengeruduk Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota Kediri, Jawa Timur, Senin
Penulis: Didik Mashudi | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Gabungan massa mahasiswa, ormas, buruh dan LSM membuktikan janjinya mengeruduk Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (2/5/2016).
Aksi dilakukan untuk menyuarakan tuntutan agar pemerintah mencabut kebijakan uang kuliah tunggal (UKT).
Tuntutan lainnya mencabut UU No 20/2003 tentang Sisdiknas dan UU No 12/2012 tentang Pendidikan
Dua undang-undang itu dinilai pengunjuk rasa memberi ruang terjadinya privatisasi dan liberalisasi pendidikan serta masuknya modal asing di bidang pendidikan. Akibatnya pendidikan menjadi tempat investasi dan menjadikan komoditas.
Massa juga menyerukan untuk menolak Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Trans Pacifik Partnership (TPP).
"Berikan jaminan kebebasan berekspresi, berpendapat dan berorganisasi di kampus," teriak Rifky, korlap aksi.
Sementara sebagai jalan keluarnya ditawarkan agar pemerintah melakukan reformasi agraria. Selain itu membangun industrialisasi nasional yang kuat dan mandiri.
"Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis dan bervisi kerakyatan," tandasnya.
Aksi demo kali ini massa juga membawa spanduk dan poster. Selain itu melakukan orasi dan membagikan selebaran kepada masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/demo-hardiknas_20160502_154531.jpg)