Blitar
Pendemo Shalat Gaib, Minta Kasi Haji Kemenag Blitar Dicopot, Alasannya
Datang dengan naik pikup, mereka membawa poster yang berisi protes di antaranya, meminta mencopot Kasi Haji Kemenag Blitar.
Penulis: Imam Taufiq | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Meski hanya terdiri 15 orang, demo mahasiswa yang mengatasnamakan forum komunikasi peduli pelayanan publik (SKP3), ke kantor Kemenag Kabupaten Blitar menjadi perhatian masyarakat, Senin (2/5/2016).
Datang dengan naik pikup, mereka membawa poster yang berisi protes di antaranya, meminta mencopot Kasi Haji Kemenag Blitar.
Tiba di kantor Kemenang, di Jl Ahmad Yani, Kota Blitar, pendemo langsung berorasi melalui pengeras suara.
Mereka mempersoalkan rekrutmen dua pendamping haji kloter Kabupaten Blitar.
"Rekrutmen dua pendamping haji itu harus terbuka, jangan slintutan. Masak, setiap tahun, tak pernah ada pengumuman soal rekrutmen dua pendampingi haji tersebut," kata Irojul Munir, mahasiswa STIKIP (sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan), dalam orasinya.
Usai berorasi, pendemo menggelar aksi teaterikal dengan menggelar shalat gaib, yang disimbolkan telah matinya pelayan publik di kantor Kemenag. "
Jangan sampai rekrutmen itu jadi proyek pribadi. Sebab, banyak orang yang lebih mampu, namun tak punya kesempatan jadi pendamping kloter haji," ungkapnya.
Selanjutnya, pendemo diterima Saikul Munif, Kasi PHU (penyelenggara haji dan umrah) Kemenag Kabupaten Blitar.
Kepada pendemo, Munif menampik, kalau rekrutmen dua pendampingi haji tak diumumkan.
"Sebab, jauh-jauh hari kami umumkan melalui kepala KUA dimasing-masing kecamatan, dan para ormas, seperti NU dan Muhammadiyah. Kan nggak mungkin, kami menghubungi mahasiswa satu per satu," ungkapnya.
Mendapat jawaban itu, pendemo minta agar rekrutmen ke depan, harus lebih terbuka lagi. Cara pengumuman rekrutmen itu harus ditempelkan di musala atau di masjid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/demo-sholat-ghaib_20160502_161213.jpg)